Jangan Tinggalkan Koper Bekasmu di Jepang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jangan Tinggalkan Koper Bekasmu di Jepang

Wahyu Setyo Widodo - detikTravel
Selasa, 15 Sep 2026 16:16 WIB
International airport terminal. Asian beautiful woman with luggage and walking in airport
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/marchmeena29)
Tokyo -

Ternyata ada banyak wisatawan yang meninggalkan koper bekas mereka saat liburan di Jepang. Tren ini menjadi masalah baru bagi negeri Sakura.

Tren yang berkembang di kalangan turis asing yang liburan ke Jepang adalah meninggalkan koper lama dan rusak mereka di hotel, kemudian membeli koper baru untuk menggantikannya.

Masalahnya, makin banyak turis yang melakukan hal tersebut. Hotel-hotel di Jepang mulai kewalahan dengan koper-koper yang ditinggalkan begitu saja oleh wisatawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampah koper pun makin menggunung di Jepang. Bandara Chubu di Prefektur Aichi mencatat ada puluhan kasus koper tak bertuan yang ditinggalkan pemiliknya di sana.

Apa yang Bisa Dilakukan Turis?

Dilansir dari Unseen Jepang, Selasa (15/9/2026), koper termasuk dalam sampah yang berukuran ekstra besar atau istilah dalam bahasa Jepang: sodai gomi. Di setiap kota, mereka punya sistem tersendiri untuk mengatasi sampah yang oversized tersebut.

ADVERTISEMENT

Untuk mengangkut sampah seperti ini, biasanya kalian harus mendaftar dan mengisi data diri terlebih dahulu untuk dilakukan proses penjemputan oleh petugas.

Kemudian, pergi ke konbini atau minimarket untuk membeli stiker yang akan ditempel ke koper yang akan dibuang tersebut. Harga satu stikernya berkisar 400-700 Yen.

Selanjutnya, traveler tinggal meletakkan koper yang akan dibuang tersebut ke titik penjemputan yang sudah ditentukan. Setelah itu, petugas yang akan menjemput dan mengurus koper tersebut.

Opsi berikutnya yang bisa dicoba adalah bertanya ke staff hotel atau bandara apabila mereka punya layanan untuk membuang koper bekas dan rusak. Biayanya sekitar 1.200 Yen per koper.

Beberapa pakar perjalanan menyarankan alih-alih membuang, jika kerusakan pada koper masih minor, maka traveler bisa memperbaiki sendiri kerusakan tersebut. Di Jepang ada banyak toko untuk servis koper. Daripada dibuang dan melahirkan masalah baru, lebih baik diperbaiki.

Saat membeli koper baru, wisatawan juga bisa bertanya ke petugas toko apakah mereka bisa membantu untuk mendaur ulang koper yang lama. Banyak toko di kawasan Shinsaibashi yang bisa membantu dengan biaya 500 Yen.



(wsw/wsw)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads