Dasar Sungai Jeneberang, Gowa, mengering saat musim kemarau. Penurunan debit air menyingkap hamparan bebatuan yang menarik perhatian warga.
Lekukan pada bebatuan yang terbentuk akibat proses erosi menciptakan pemandangan unik. Dari kejauhan, hamparan batu yang membentang di sepanjang aliran sungai itu tampak seperti kawasan batuan alami.
Kondisi tersebut justru dimanfaatkan warga sebagai destinasi wisata dadakan. Sejumlah warga datang untuk menikmati suasana sekaligus mengabadikan momen dengan berfoto di area dasar sungai yang mengering.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fenomena mengeringnya Sungai Jeneberang terjadi di tengah musim kemarau dan pengaruh fenomena El Niño. Meski menjadi daya tarik sementara bagi warga, kondisi tersebut juga menjadi gambaran berkurangnya debit air selama musim kering.
Artikel foto mengenai keringnya Sungai Jenebarang menjadi artikel terpopuler, Rabu (16/9/2026). Baca juga artikel populer lainnya di bawah ini:
- Ditinggali Banyak WNA, Dua Desa di Bali Masuk Pengawasan Khusus
- Ayo Jadwalkan ke Bandung, Tabebuya Bermekaran dengan Indahnya di Jalan Braga
- Viral Pawang Satwa di Lembang Park Zoo Ketiban Gajah
- Jadi Sorotan, Papan Peringatan di Jepang Minta Wisatawan RI Nggak Nyampah
- Sherpa: Pegunungan di Nepal Tidak Tutup, Tolong Datang
- Paket Wisata Unik: Berenang di Pantai... sama Babi Hutan
- Shibuya Makin Ramai Wisatawan, Jepang Perketat Aturan Buang Sampah
- Sepi Tamu, 4 Hotel Melati di Mataram Beralih Jadi Kos-kosan
- Saat Turis Prancis Kepincut Garam Kusamba sampai Diborong ke Negaranya










































