Bambu atau biasa disebut buluh adalah tanaman yang serbaguna di mata masyarakat Minahasa.
Di Minahasa, Sulawesi Utara bambu adalah tanaman yang sangat berguna. Tanaman ini banyak dijumpai tumbuh di tepi sungai. Akarnya yang kuat disebut mampu menahan laju abrasi.
Oleh masyarakat Minahasa, bambu dijadikan sebagai bahan kerajinan, berupa peralatan rumah tangga dari anyaman bambu, lampion dan tolu (topi tradisional Minahasa).
Selain itu, dikenal pula alat musik tradisional berbahan bambu yaitu musik bambu. Bambu juga digunakan untuk memasak. Biasanya bambu yang dipilih untuk dimasak adalah bambu muda dan tipis. Oleh masyarakat Minahasa, bambu muda atau rebung dijadikan sebagai sayuran.
Beberapa jenis kuliner Minahasa yang bahan-bahannya dimasak dengan dibakar pada buluh yaitu tinoransak, sayur pangi, leilem, ayam buluh, nasi jaha, nasi sinaworai serta sayur paku.
Penggunaan bambu untuk memasak sudah dikenal sejak zaman prasejarah, ketika manusia sudah tinggal menetap dalam suatu komunitas pemukiman. Pada masa itu, mereka juga sudah mengenal berkebun, walaupun praktik berburu dan meramu masih tetap dilakukan.
Hingga sekarang, bambu juga digunakan untuk konstruksi rumah mereka, juga sebagai wadah untuk menyimpan air. Bambu juga digunakan untuk tempat menyadap nira dari pohon aren.
Traveler yang berkunjung ke Minahasa dapat menjadikan kerajinan bambu sebagai oleh-oleh. Kerajinan bambu ini mudah dijumpai di toko kerajinan di tepi jalan Manado ke Tomohon.
Traveler juga dapat mencoba kuliner khas Minahasa yang dimasak menggunakan bambu di beberapa rumah makan di Kota Manado.
---------
Artikel ini ditulis Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
Simak Video "Video Respons Ombudsman soal Dugaan Pungli 250 Juta Rutan Pondok Bambu"
(wsw/wsw)