Begitu masuk kamar hotel, banyak traveler yang langsung melepas sandal dan berjalan tanpa alas kaki. Padahal, karpet yang terlihat bersih bisa menyimpan debu, kotoran, hingga mikroorganisme yang terbawa dari luar.
Para ahli mikrobiologi dan kesehatan mengingatkan, karpet hotel yang terlihat bersih belum tentu bebas dari kotoran dan mikroorganisme. Serat karpet dapat menjadi tempat menumpuknya berbagai partikel yang terbawa dari luar melalui alas kaki.
Profesor Mikrobiologi Klinis di University of Leicester, Primrose Freestone, mengatakan karpet dan permadani dapat mengumpulkan debu, kotoran, serbuk sari, spora jamur, hingga sisa pestisida yang berasal dari luar ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karpet dan permadani dapat menjadi tempat menumpuknya debu dari sepatu, kotoran, serbuk sari, spora jamur, pestisida, serta material lain yang berasal dari luar ruangan," kata Freestone, dikutip dari Calgary Herald, dilansir CNN Indonesia, Senin (12/10/2026).
Pernyataan serupa disampaikan Profesor Virologi dari University of Arizona, Charles P. Gerba. Menurutnya, karpet hotel juga dapat menampung remah makanan, sel kulit mati, debu, tungau, alergen, hingga patogen.
Sejumlah penelitian menemukan beberapa bakteri yang dapat terbawa melalui alas kaki dan kemudian berpindah ke permukaan karpet, di antaranya MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus), yang dapat menyebabkan infeksi kulit serius, kemudian Escherichia coli (E. coli), yang dapat memicu gangguan pencernaan dan infeksi pada usus, serta Clostridioides difficile (C. diff), bakteri yang dapat menyebabkan peradangan pada usus besar.
Risikonya tidak hanya muncul ketika kaki bersentuhan langsung dengan karpet. Aktivitas sederhana seperti berjalan atau memindahkan barang di atas karpet dapat membuat debu dan partikel yang tersimpan di seratnya kembali beterbangan.
Partikel tersebut kemudian berpotensi terhirup atau menempel pada kulit dan pakaian.
Gerba juga mengingatkan adanya kemungkinan virus seperti norovirus bertahan pada serat karpet, terutama apabila proses pembersihan tidak dilakukan secara optimal. Menurutnya, penyedotan debu secara rutin belum tentu mampu menjangkau mikroorganisme yang berada jauh di dalam serat.
Bahkan, alat penyedot debu yang tidak dirawat dengan baik dapat menimbulkan masalah baru. Sikat atau kantong yang jarang diganti berpotensi membawa bakteri dari satu area ke area lainnya.
Sementara itu, Lori Mukoyama dari Gensler, perusahaan desain yang bergerak di bidang perhotelan global, mengatakan pembersihan karpet secara menyeluruh juga memiliki tantangan tersendiri bagi hotel.
Hotel, menurutnya, sering kali memiliki waktu terbatas untuk melakukan pembersihan mendalam menggunakan uap panas setiap kali tamu berganti.
Cara Mengurangi Risiko
Meski tidak perlu panik, wisatawan dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi kontak dengan kotoran dan mikroorganisme yang mungkin terdapat di karpet hotel.
1. Gunakan sandal atau kaus kaki
Hindari berjalan dengan kaki telanjang di kamar. Gunakan sandal hotel atau kaus kaki, terutama jika terdapat luka, lecet, atau iritasi pada kaki.
2. Rajin mencuci tangan
Biasakan mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan. Hindari pula menaruh makanan maupun pakaian langsung di atas karpet.
3. Pertimbangkan kamar dengan lantai keras
Jika memiliki pilihan, wisatawan dapat mempertimbangkan kamar dengan lantai kayu, ubin porselen, atau vinil. Material tersebut umumnya lebih mudah dibersihkan dibandingkan karpet.
Jadi, saat menginap di hotel, bukan berarti karpet harus selalu dihindari. Namun, menggunakan alas kaki di dalam kamar merupakan langkah sederhana untuk mengurangi kontak langsung dengan permukaan yang berpotensi menyimpan kotoran dan mikroorganisme.










































