Tak sulit mengumpulkan daftar tempat yang harus dituju sebelum Anda melakukan perjalanan. Banyak buku panduan yang tersedia, juga situs dan blog traveling. Banyak turis yang tak ingin melewatkan tempat-tempat wisata wajib ini. Tapi kalau begitu terus, bisa-bisa Anda kehilangan pengalaman traveling paling berarti.
Peta dan buku panduan memang sangat penting saat traveling. Tapi sesekali ada baiknya Anda menyimpan kedua benda itu di dalam tas, mengikuti ke mana kaki melangkah. Spontanitas seperti inilah yang sering membawa pengalaman baru saat traveling.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pergi saja, tak usah ragu
Kalau Anda ingin traveling ke sebuah tempat, pergilah. Jangan biarkan keinginan itu terus dipendam dalam pikiran. Banyak traveler yang akhirnya menyesal karena tidak mengikuti kata hatinya.
Kalau Anda sudah lolos berbagai pertimbangan, pergilah. Jangan ditunda, karena belum tentu kesempatan traveling muncul di saat lainnya.
2. Tersesatlah
Ada traveler yang setia melihat peta dan GPS. Menghemat waktu memang, apalagi kalau Anda minim waktu liburan. Tapi kalau punya banyak waktu, apa salahnya berjalan kaki ke berbagai arah tanpa melihat peta?
Percayalah, ada banyak tempat yang bisa dilihat kalau Anda melupakan peta dan melihat sekeliling. Anda bisa berjalan kaki, naik transportasi umum, atau mencoba angkutan tradisional seperti tuk-tuk di Thailand.
3. Berbincang dengan warga lokal
Tak jarang traveler yang mendapat saran dan rekomendasi dari buku panduan atau situs traveling. Tapi ingat, selalu ada perkembangan dalam dunia traveling di sebuah destinasi. Tak ada yang lebih mengetahuinya dibanding warga lokal.
Berbincanglah, dekatkan diri dengan warga lokal. Warga Indonesia terkenal ramah, pasti Anda tak kesulitan untuk sekadar mengobrol santai. Tapi kalau traveling ke luar negeri, usahakan bawa kamus bahasa lokal untuk bisa mengobrol dengan mereka. Warga lokal adalah pemandu paling baik untuk Anda.
4. Mencoba hal-hal baru
Beberapa waktu lalu, detikTravel mengikuti Festival Lembah Baliem di Wamena, Papua. Turis mancanegara berkumpul di sana, mereka tertarik dengan budaya Suku Dani. Saat festival berlangsung, beberapa turis asing ikut andil. Ada yang berganti pakaian jadi koteka dan tubuhnya dilumuri cat putih. Ada pula yang ikut memeriahkan lomba lempar tombak.
Cobalah hal-hal baru. Ikuti tradisi masyarakat lokal mulai dari festival, kuliner, hingga kesehariannya. Saat festival-festival besar Anda bisa ikut menyanyi, menari, dan berpartisipasi dalam karnaval. Selalu ada hal baru saat traveling, sebaiknya Anda mencobanya!
5. Ikut ke mana kaki melangkah
Siapa bilang Anda harus tinggal di satu tempat saja saat traveling? Kalau ada suatu hal mendistraksi Anda, jangan dibiarkan. Kalau mencium bau makanan, coba ikuti aromanya. Siapa tahu Anda masuk pasar tradisional yang penuh warna, penuh kuliner lezat.
Kalau ada papan nama tempat yang membuat Anda penasaran, masukilah. Kalau ada toko cokelat yang membuat Anda penasaran akan rasanya, cicipilah. Ikuti ke mana kaki melangkah, tanpa lupa untuk selalu waspada akan tindak kejahatan.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar