Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 07 Feb 2020 20:25 WIB

TRAVEL-TIPS

Tips Terhindar Virus Corona di Kapal Pesiar

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
FILE - In this Monday Feb. 3, 2020, file photo, cruise ship Diamond Princess is anchored off Yokohama Port in Yokohama, south of Tokyo, upon its arrival. Japanese health officials conducted massive medical checks Tuesday on all 3,700 people on the cruise ship that returned to the country after carrying one passenger who tested positive for the new coronavirus. Health authorities are scrambling to halt the spread of a new virus that has killed hundreds in China. But with important details about the illness and how it spreads still unknown, officials and medical personnel are struggling. (Kyodo News via AP)/Kyodo News via AP)
Ilustrasi, kapal pesiar Diamond Princess (Foto: Kyodo News via AP)
Jakarta -

Virus Corona jadi momok di sejumlah destinasi wisata. Kapal pesiar tak terkecuali, dan berikut tips menghindari wabah tersebut ketika berada di atas deknya.

Dilansir CNN, Jumat (7/2/2020), otoritas Jepang mengungkapkan bahwa ada penumpang yang terinfeksi virus Corona terbang ke Tokyo. Ia telah menghabiskan beberapa hari di atas kapal Diamond Princess.

Pada hari Senin, 3 Februari Jepang mengkarantina kapal itu. Kira-kira 2.500 penumpang dan 1.000 anak buah kapal ada di Diamond Princess, dan kini sudah ada puluhan orang terkena virus Corona.

Cruise Lines International Association (CLIA), asosiasi perdagangan industri kapal pesiar terbesar di dunia, terus memantau dan mengubah kebijakan sesuai perkembangan akibat virus Corona. Contoh, tamu yang memesan dan telah melakukan perjalanan ke / dari China dalam 14 hari terakhir tidak diizinkan untuk berlayar.

Norwegian Cruise Line telah menerapkan pemeriksaan wajib suhu badan penumpangnya, terlepas dari asal atau tujuan. Wisatawan yang suhunya di atas 38 derajat celcius tidak akan diizinkan naik.

MSC Cruises, membatalkan pemberhentian Shanghai dan menggantinya dengan Kota Ho Chi Minh City dan Singapura. Sedangkan Crystal Cruises berlabuh di Taipei menggantikan Hong Kong.

Salah satu kekhawatiran terbesar pada kapal pesiar adalah norovirus, kebersihan di industri pelayaran. Menurut Centers for Disease Control (CDC) Amerika Serikat, norovirus adalah penyebab utama gastroenteritis akut, paling mungkin terjadi ketika orang berada dalam jarak dekat.

"Ketika Anda di lingkungan tertutup, kapal pesiar, itu seperti inkubator," kata Claire Panosian, seorang profesor emeritus di divisi penyakit menular di UCLA.

"Orang-orang berada dalam jarak dekat. Virus ada di udara dan di permukaan yang disentuh orang-orang," kata dia.

Operator kapal pesiar di seluruh dunia mencegah norovirus, E.Coli, dan penyakit lainnya dengan menekankan kebersihan di lingkungannya. Mereka memiliki tempat pembersih tangan yang mudah diakses dan staf yang menyajikan makanan akan memakai sarung tangan.

Apa yang harus Anda lakukan jika dalam keadaan demikian? CDC menyarankan untuk sering mencuci tangan, tidak hanya sebelum dan sesudah makan tetapi setiap kali Anda menyentuh permukaan kapal, seperti pagar kapal.

Anda disarankan untuk mendapatkan vaksinasi terbaru, menghindari makanan dan minuman dari sumber yang tak jelas. Batuk atau bersinlah ke dalam tisu atau siku Anda, bukan telapak tangan.

Jika Anda sedang dalam masa pemulihan dari lebih bijak bila menunda perjalanan dulu, karena Anda lebih rentan terhadap virus. Selalu berkonsultasi dengan dokter bila akan bepergian.

Gunakanlah asuransi perjalanan. Vendor pihak ketiga pada umumnya akan memiliki perlindungan yang lebih aman.



Simak Video "Kematian Pertama Inggris Gegara Corona, Penumpang Diamond Princess"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA