Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 02 Jan 2021 18:46 WIB

TRAVEL-TIPS

Motret Babi di Lembah Baliem Tanpa Izin Bisa Diminta Bayar Rp 30 Juta

Hari Suroto
detikTravel
Memotret babi di Lembah Baliem
Foto: Hari Suroto for detikTravel
Jakarta -

Terdapat beberapa aturan tidak tertulis bagi traveler yang berkunjung ke Lembah Baliem, Papua. Salah satunya, soal memotret babi.

Aturan tidak tertulis di Lembah Baliem itu tidak boleh memotret sembarangan tanpa ijin Suku Dani yang sedang berkoteka. Seusai memotret, traveler wajib memberi tips bagi pria berkoteka.

Selain itu, traveler harap berhati-hati dalam berkendara. Traveler jangan sampai menabrak hewan peliharaan yang dibiarkan bebas berkeliaran di jalan.

Memotret babi di Lembah BaliemMemotret babi di Lembah Baliem Foto: Hari Suroto for detikTravel

Yang jadi pertanyaan, jika memotret Suku Dani di pasar atau sedang berkoteka harus minta ijin, apakah memotret hewan peliharaan seperti babi harus bayar juga?

Ya, babi bagi Suku Dani adalah hewan bernilai tinggi. Artinya, segala persoalan adat dapat diselesaikan dengan babi sebagai alat pembayaran denda atau alat perdamaian.

Suku Dani dalam memelihara babi, akan dibiarkan bebas berkeliaran, babi mengais-ngais tanah mencari cacing, pagi babi dilepas, sore hari, babi akan pulang ke kandang.

Babi yang bebas berkeliaran di jalan atau pemukiman adalah pemandangan unik dan menjadi spot foto yang bagus.

Saat traveler sedang trekking di Lembah Baliem, memotret babi milik Suku Dani yang sedang berkeliaran, diperbolehkan tanpa harus bayar.

Memotret babi di Lembah BaliemMemotret babi di Lembah Baliem Foto: Hari Suroto for detikTravel

Tapi, jika traveler berjalan-jalan ke pasar tradisional, jika ingin memotret babi yang diperjualbelikan, traveler harus minta ijin pada pemiliknya, apalagi yang akan dipotret adalah anak babi yang sedang digendong.

Jika pemilik tidak berkenan babinya difoto, traveler jangan nekat memfoto, bisa-bisa traveler akan disuruh membayar babi yang difoto tersebut. So, traveler harus membeli babi tersebut. Apalagi, harga seekor babi di Lembah Baliem sangat mahal, satu ekor babi dewasa bisa berharga Rp 30 juta.

***

Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Udang Selingkuh Hanya Ada di Sungai Baliem Wamena"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA