"Tidak salah kalau Bintan sudah dianggap sebagai surga bagi golfer. Variasi landscape golf course-nya sangat oke. Pemandangannya mulai dari pegunungan, sawah, hutan, pantai, sampai di dalam kota, semua ada," ungkap Kepala Bidang Pameran Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dusep Mulya dalam keterangan tertulis.
Bintan Lagoon Resort memang memiliki lapangan golf yang terkenal di dunia. Dua desainer golf ternama di dunia, Jack Nicklaus Sea View dan Ian Baker-Finch Woodlands Golf, masing masing merancang satu lapangan golf di tempat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Bintan Lagoon Golf Club, ada juga lapangan golf yang tak kalah indahnya di Bintan. Adapun lapangan golf tersebut antara lain Bintan Golf Cup dan Laguna Bintan Golf Club yang juga banyak diburu penggemar golf Negeri Singa Putih.
"Wisata golf bukanlah wisata dengan segmen pasar yang besar. Namun daya beli mereka cukup tinggi. Inilah yang kita kejar sekarang apalagi Kepri memiliki lapangan-lapangan golf terbaik," ungkap Dusep.
Potensi sumbangan devisa dari wisata golf diharapkan ikut naik. Maklum, wisman golf terkenal sangat royal membelanjakan uangnya. Per harinya, pegolf mancanegara umumnya menghabiskan USD 5.000–6.000 dalam satu kunjungan ke Indonesia. Spent money-nya enam kali lipat dari wisman biasa.
"Kalau yang datang 288 orang ditambah dengan membawa 2-3 orang keluarga masing-masing, ya tinggal dikali saja. Betapa besar potensi pendapatan wisata golf ini," tambahnya.
Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zairman Prawira mengungkapkan pegolf memang menjadi target pasar Bintan Lagoon Resort, selain segmen keluarga dan MICE (Meetings, Incentives, Conference, and Exhibition).
"Turnamen Golf President Cup ini menjadi salah satu strategi menangkap pasar tersebut dan sekarang, angkanya ini meningkat dari penyelenggaraan tahun lalu dengan 145 peserta," kata Luki.
Luki juga optimis event sport tourism, khususnya golf, akan menyumbang 25% dari total okupansi hotel.
"Saat akhir pekan, tingkat okupansi mencapai 80% hingga 100%, di mana lebih banyak leisure activity. Sementara di weekday lebih banyak corporate activity," ungkapnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan turnamen golf ini bila digarap serius sehingga pertumbuhan wisman di Batam-Bintan bisa meningkat. Ia pun terus mengajak industri untuk memaksimalkan peluang ini.
"Karena saat ini bukan yang besar makan yang kecil, tapi yang cepat makan yang lambat. Industri harus mau berinovasi, memodifikasi dalam melihat peluang pasar. Turnamen golf ini merupakan jurus ampuh dalam menjaring wisatawan," tegasnya. (adv/adv)











































Komentar Terbanyak
Jembatan Cirahong Bersolek, Cagar Budaya Peninggalan 1893 Kembali Dipercantik
Wisatawan Jepang Jadi Wisatawan Paling Sopan di Dunia, AS Paling Royal
Rumah Trump Dijaga Ketat, FAA Batasi Penerbangan di Langit Palm Beach