Menikmati Kopi Luwak Khas Kota Liwa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Zulfi Rahardian|725|BENGKULU & LAMPUNG|44

Menikmati Kopi Luwak Khas Kota Liwa

- detikTravel
Jumat, 24 Jun 2011 10:00 WIB
Lampung - Anda penggemar berat minuman kopi? Pasti tahu tentang kopi luwak yang diyakini sebagai kopi termahal di dunia. Saya sendiri bukan penikmat kopi, tapi saya penasaran dengan yang namanya kopi luwak. Saya baru tahu ternyata kopi luwak merupakan salah satu produk kebanggaan Indonesia yang berasal dari Kota Liwa.

Saya bersama Titis yang sedang berpetualang di wilayah Lampung Barat tidak akan melewatkan kesempatan emas untuk mengunjungi sentra produksi kopi luwak di Gang Pekonan, Kota Liwa. Hampir senja di Kota Liwa saat kendaraan kami memasuki Gang Pekonan menuju rumah Bapak Sukardi, salah satu pengusaha kopi luwak yang paling terkenal di Kota Liwa. Begitu sampai di sana, saya membayangkan akan dibawa ke suatu kebun kopi yang luas dengan ribuan tanaman kopi luwak. Ternyata saya salah besar. Bukannya dibawa ke kebun kopi, kami malah digiring ke sebuah peternakan. Peternakan luwak.

Saya kaget ternyata luwak merupakan nama binatang sejenis musang. Jadi kopi luwak itu dihasilkan oleh binatang yang bernama luwak. Luwak ini memakan biji kopi hingga akhirnya dikeluarkan dalam bentuk kotoran. Kotoran luwak inilah yang akan diproses hingga akhirnya menjadi kopi luwak dengan cita rasa yang tinggi. Jangan takut jijik terlebih dahulu, kotoran luwak ini kemudian dicuci dengan higienis dan tidak mengandung bakteri e.coli sehingga tidak akan menyebabkan diare. Bahkan biji kopi yang terdapat dalam kotoran luwak ini pun masih bau kopi. Biji kopi ini kemudian di kupas dan disangrai untuk diproses menjadi kopi luwak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tidak semua jenis luwak bisa menghasilkan kopi luwak. Hanya ada 2 jenis luwak di dunia yang mau memakan biji kopi. Jenis luwak tersebut hanya bisa ditemukan di Indonesia. Dan daerah yang paling banyak memiliki luwak jenis ini adalah Lampung Barat.

Di peternakan Pak Sukardi, saya sempat mengelilingi kandang-kandang luwak untuk melihat luwak-luwak milik Pak Sukardi dari jarak dekat. Kemudian Pak Sukardi juga sempat menunjukkan beberapa kotoran luwak yang siap untuk diolah. Setelah puas berkeliling di peternakan, saya bersama Titis dan rekan-rekan kami yang lain masuk ke rumah Pak Sukardi untuk melihat berbagai varian kopi luwak yang siap dijual. Tak hanya itu, Pak Sukardi juga menyuguhkan kami segelas kopi luwak buatannya. Aroma dan rasanya benar-benar juara!

Kini Pak Sukardi telah mampu menghasilkan 3 kuintal kopi luwak per bulannya dengan bermodalkan 40 ekor luwak di peternakannya. Produk kopi luwak Pak Sukardi ini lebih dikenal dengan nama Kopi Musong Liwa. Saat ini Kopi Musong Liwa merupakan kopi luwak favorit masyarakat Indonesia. Bahkan penjualan Kopi Musong Liwa sudah menembus pasar internasional, seperti Cina, Taiwan bahkan Timur Tengah. "Waktu itu pernah ada orang Taiwan datang ke sini. Dia sudah berkeliling dunia untuk mencari kopi-kopi terbaik. Begitu mencoba kopi luwak ini, dia langsung jatuh hati," cerita Pak Sukardi.

Bagi saya, kopi luwak bukan hanya kebanggaan Kota Liwa, melainkan produk kebanggaan Indonesia. Jadi bagi Anda yang akan berkunjung ke Lampung Barat, sempatkan waktu Anda untuk mengunjungi sentra produksi kopi luwak di Kota Liwa dan dapatkan pengalaman mencicipi kopi luwak langsung dari ahlinya.


Β  (gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads