Di desa Talang Lakat, Indragiri Hulu, merupakan kawasan yang masih dihuni oleh suku Talang Mamak. Hanya saja suku tersebut sudah difasilitasi pemerintah untuk tinggal di perkampungan luar hutan. Namun, masih ada satu orang suku Talang Mamak yang masih bertahan di hutan Bukit Tiga Puluh.
Pak Sakai tinggal di sebuah gubuk reyot bekas posko PT. Samba di kawasan Bukit Tiga Puluh. Usia tua membuatnya kehilangan penglihatan dan pendengaran. Dalam masa senjanya, ia menjalani hidup sendirian hanya ditemani seekor anjing. Makan dan tidur bersama anjing. Istrinya telah lama meninggal dan tak memberikan keturunan.
Sebagian besar suku Talang Mamak yang berasal dari Talang Lakat beragama katolik, demikian pula pak Sakai. Dia pernah tinggal di luar hutan bersama-sama dengan suku Talang Mamak lainnya. Namun, kebiasaan berladang di hutan untuk bertahan hidup membuatnya tidak kerasan tinggal di luar hutan. Di perkampungan baru tidak ada lahan yang bisa ditanami batang durian olehnya, oleh karena itu ia kembali di hutan.
Ia adalah salah satu orang yang dituakan oleh suku Talang Mamak di desa tersebut bahkan banyak penduduk desa tetangga sengaja mencarinya untuk dimintai pertolongan. Orang-orang menganggap pak Sakai sebagai Orang Pintar. Biasanya sebelum meminta pertolongan, mereka membawa teh, gula, sirih, dan tembakau untuk pak Sakai.
Sebagai ciri khas orang Talang Mamak, pak Sakai hanya menggunakan celana sebagai busananya. Dadanya dibaiarkan telanjang tanpa baju. Gigi yang menghitam akibat memakan sirih atau menginang. Sesekali ia mengunjungi perkampungan untuk menghadiri acara-acara adat seperti acara gawai (upacara pernikahan) dan bertambak, tradisi menghormati roh yang meninggal dan memperbaiki kuburan dengan cara memperingatinya beberapa hari yang diisi acara berjudi dan menyambung ayam. Di acara-acara tersebut, suku Talang Mamak makan dan minum-minum bersama-sama. Menurut Pak Sakai, sudah menjadi ciri khas orang Talak Mamak untuk saling berbagi.
Satu curahan hati pak Sakai, mengapa hutan di bakar? Mengapa sekarang ini sulit untuk berladang di hutan? Lahan yang dahulu ia tanami sekarang sudah berubah menjadi jalan dan perkebunan. Pak Sakai hanya bisa menggunakan lahan sekedarnya untuk ditananami pohon durian, untuk menyambung hidupnya.
(gst/gst)










































