Di Pulau Satonda, terdapat Danau air asin dengan nama serupa. Kawah, yang kini menjadi danau, diperkirakan merupakan akibat letusan Gunung Satonda 10.000 tahun silam. Airnya yang asin merupakan akibat dari tsunami letusan Gunung Tambora 1815. Hanya ada satu jenis ikan yang hidup di danau itu. Pemilik kapal yang kami sewa mengatakan dulu pernah ada tiga ekor lumba-lumba, tapi tidak tahu kemana perginya mereka kini. Beliau juga mengatakan bahwa terdapat rongga yang mehubungkan danau dengan laut. Sehingga jika air laut pasang, air danau ikut pasang. Untuk mencapai Danau Satonda dari dermaga, pengunjung cukup berjalan mengikuti tapak batu selama sekitar sepuluh menit.
Yang paling menarik dari danau ini adalah pohon yang terdapat di tepinya. Pohon berbuah batu. Pohon kalibuda, si pohon harapan. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana tradisi menggantung batu di pohon tepian danau bermula. Kini, batu-batu harapan bergelayutan di pohon itu. Tak hanya batu, banyak juga karang, botol kaca, bahkan sendal yang tergantung di pohon Kalibuda. Sungguh keindahan yang unik. Konon jika harapan yang digantung bersama batu telah tercapai, sang empunya harapan harus kembali untuk melepas batu harapan yang dulu ia gantung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau