Ibu Miroh, pemilik homestay yang kami tumpangi, berprofesi sebagai guru mengaji di pondok yang terlalu kecil disebut pondok. Tempat mengaji ukuran 2x4 meter ini yang letaknya hanya 5 meter saja dari depan rumahnya ini selalu dipenuhi anak-anak yang belajar membaca Al Quran.
Suasana anak-anak yang sedang belajar mengaji ini juga salah satu pemandangan yang menarik. Bisa disaksikan setiap siang jika melewati Homestay Tias atau sedang menuju ke Pulau Tidung Kecil.
Biaya homestay di Pulau Tidung di bukan hari libur biasanya standar saja. Di homestay Bu Miroh kami dikenakan tarif Rp. 150.000,-/malam. Jika weekend, dipastikan tarif semua homestay di Pulau Tidung naik. Paling mahal bisa mencapai harga Rp. 500.000,-/malam. Fasilitasnya ada tv, fan, kamar mandi di dalam dan tuan rumah yang ramah.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong