Mungkin perkataan itu sering kita dengar apabila berkunjung ke propinsi D.I Yogyakarta. Wisata pantai yang paling terkenal memang Pantai Parang Tritis yang mempunyai jarak tempuh sekitar 45 menit perjalanan dari kota Yogjakarta. Padahal masih banyak wisata pantai di propinsi ini yang lebih bagus dari pantai Parang Tritis. Salah satunya adalah pantai yang saya kunjungi, yaitu Pantai Sadranan.
Sadranan adalah pantai eksotis yang ditawarkan oleh Gunung Kidul. Kabupaten yang berada di bagian paling timur Propinsi DIY ini memang terkenal akan pantai-pantai pasir putihnya yang tak kalah menarik dibanding pantai-pantai sejenis yang ada di Bali. Sebut saja pantai Krakal, Kukup, Baron, Sundak, dan tentu saja Sadranan. Pantai Sadranan berasal dari kata seduluran/ persaudaraan dan merupakan upacara adat jawa yg biasa dilakukan pada bulan Syaban. Sehingga pantai ini ramai pada bulan syaban untuk melakukan Upacara Sadranan.
Pantai Sadranan terletak sekitar 0,5 km di sebelah timur Pantai Krakal. Jika ditempuh dari Yogyakarta, akan memakan waktu sekitar 2 jam. Jarang angkutan umum yang menuju kesana, jadi sangat dianjurkan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Saya sendiri saat itu menggunakan motor bersama teman saya.
Selepas meninggalkan Yogja, kita akan disuguhi jalan berkelok-kelok lumayan tajam, jadi harus hati-hati. Tapi setelah sekitar 30km jalanan kelak-kelok itu, jalan menjadi cenderung datar. Untuk masuk ke area pantai hanya dikenakan biaya retribusi sebesar 3 ribu rupiah. Pantai Sadranan ini juga agak tersembunyi, kita harus melewati jalan sempit berbatu dulu untuk mencapai pantai. Begitu juga dengan papan petunjuk lokasi pantai yang sangat kecil , jadi harus pasang mata baik-baik agar tidak terlewat.
Salah satu keistimewaan dari Pantai Sadranan ini adalah pasir putihnya yang lebih putih dan bersih dibanding pantai-pantai lain di sekitarnya. Mungkin karena pantai ini memang belum banyak dikunjungi orang. Dan seperti sejumlah pantai lain di kawasan Gunung Kidul, di Pantai Sadranan juga terdapat karang-karang yang membuat ombak di pantai tersebut tergolong tenang.
Di dekat pantai juga terdapat sebuah warung. Di warung tersebut selain menyediakan makanan dan minuman terdapat kamar mandi untuk membersihkan diri setelah berenang di pantai. Warung tersebut biasa digunakan sebagai tempat untuk bersantai. Nyaman sekali untuk digunakan sebagai tempat berkumpul bersama teman-teman sambil menikmati pemandangan laut.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi