Keraton ini memiliki pagar dan gapurqan yang terbuat dari susunan bata merah. Konon katanya sih itu dibuat tanpa pake semen lho. Di dalam kawasan Keraton Kesepuhan terdapat mesjid, alun-alun (biasanya dipake untuk masar malam saat menjelang Maulid Nabi tiba atau lebih dikenal dengan "Muludan" oleh masyarakat setempat), dan ada patung macan perlambang Prabu Siliwangi. Oya yang sangat menarik dan dinanti-nanti oleh masyarakat pada umunnya yaitu "Malam Panjang Jimat", yang artinya semua benda pusaka dan benda yang dianggap keramat di dalam Keraton Kesepuhan semua dikeluarkan setelah melalui ritual tertentu. Masyarakat berebut air hasil cucian benda-benda itu dan beras pilihan para putri Keraton yang pada Malam Panjang Jimat itu disawerkan. Mereka beranggapan bahwa jika mendapatkan itu akan membawa berkah.
Di dalam museum Keraton terdapat benda-benda bersejarah. Seperti kereta kencana, kursi-kursi, alat-alat musik, peralatan perang dan lain-lain.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Desa dengan Hujan Abadi, Hampir Tak Pernah Melihat Matahari
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal