Saat tim Jejak Petualang datang berkunjung ke Banyuwangi, acara tahunan sangrai kopi tengah berlangsung. Festival sangrai kopi di desa Kemiren ini mengerahkan lebih dari 200 tungku di sepanjang jalan desa. Penilai hasil sangrai kopi ini pun tidak tanggung-tanggung, yakni Setiawan Subekti, pengetes dan peracik kopi nomer 2 dunia. Menyangrai kopi yang baik hanya membutuhkan waktu 20 menit, tidak kurang, tidak lebih, bersama dengan tehnik yang tepat tentunya. Kopi terbaik yang dihasilkan pun tidak harus berwarna hitam legam, justru yang berwarna kecoklatan dengan aroma yang khaslah yang menjadi juara.
Masih di Banyuwangi, gelar budaya, Petik Legam digelar rutin setiap tahun, tujuannya sebagai simbol rasa syukur nelayan untuk berkah hasil laut dan keselamatan selama melaut. Puluhan perahu berhias ornamen khas Madura mendominasi perairan Muncar. Sesajen pun diarak dengan berselimut rapalan mantra dari mangku adat, termasuk mengunjungi makam leluhur Gandrung, yang diiring tarian gadis penari yang bergoyang gemulai.
Tidak kalah eksotis, wisata desa Bedul menutup perjalanan kami. Ekoswisata mangrove di lahan seluas ribuan hektar ini tidak henti memuaskan mata petualangan kami. Formasi vegetasi hutan mangrove yang terbagi antara sungai Segoro Anakan hingga ke beberapa blok hutan menjadi salah satu magnet wisata di Banyuwangi.
Saksikan Jejak Petualang, episode "Serat Alam Banyuwangi" Senin, 26 Desember 2011, pukul 16.00 WIB ya!
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Protes Keras Upacara Adat di Bali, Terganggu Suara Musik
Investor Serbu Gunungkidul, GKR Mangkubumi: Kita Adalah Jogja, Bukan Bali
Cerita Pilot Wanita Garuda Terbangkan Bryan Adams dan Diundang ke Konsernya