Selain ragam ritual sakral saat pesta panen, kampung tradisional ini juga dikenal karena keberadaan Mumi dari Sang Kepala Suku bernama Kaki More.
Selama hidupnya, Kaki More tidak pernah mengkonsumsi air putih tetapi tuak yang dalam bahasa Suku Lio disebut moke dengan jenis jengi jila (bakar nyala).
Sangat mudah bagi kita untuk mencapai Kampung Wolondopo yang hanya berjarak sekitar 35 km dari Kota Ende, dan terletak sekitar 2 km dari tepi jalan trans Flores, membuat kampung tradisional Wolondopo sangat mudah diakses, dan apabila ingin melihat langsung mumi kaki more, maka perlu disiapkan sebuah ritual khusus yang dilakukan oleh seorang Kepala Suku di Kampung tersebut.
Dipuncak bukit Wolondopo, terdapat sebuah Kanga, yaitu tempat ritual gawi (tarian tradisional suku Lio) dan dikelilingi oleh beberapa rumah adat yang dalam bahasa Lio disebut Sa'o Ria.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Kisah Siswa SD Viral di Salatiga, Piknik ke Jakarta Sewa Pesawat Garuda
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Kesaksian Turis dalam Kejadian Penembakan di Situs Bersejarah Meksiko