Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Mar 2012 19:06 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Penang, Surga Wisata Kuliner

d'Traveler
Suatu sore di Georgetown, Penang
Suatu sore di Georgetown, Penang
Pusat jajan populer di Lorong Baru (New Lane Street)
Pusat jajan populer di Lorong Baru (New Lane Street)
Gurney Drive, surga kuliner Penang
Gurney Drive, surga kuliner Penang
Dewi Kuan Yin di Kek Lok Si Temple
Dewi Kuan Yin di Kek Lok Si Temple
Kedai kopi yang banyak tersebar di seputar Penang
Kedai kopi yang banyak tersebar di seputar Penang
detikTravel Community -

Kalau kita mendengar nama Penang, mungkin yang langsung terbayang adalah wisata kulinernya. Begitupun bagi saya, hal yang mendorong untuk menjejakkan kaki ke kota ini adalah karena ingin mencicipi langsung makanan-makanan yang selama ini hanya saya rasakan di restoran-restoran yang ber-label 'Penang'.

Penang yang terletak di Semenanjung Malaka, dulunya lebih terkenal dengan nama Pulau Pinang. Tepatnya pada tanggal 7 Juli 2008, daerah Georgetown di kota ini akhirnya berhasil masuk ke dalam daftar situs UNESCO World Heritage, dengan tebaran bangunan-bangunan tuanya yang membawa kita melayang ke masa lalu. Arsitektur Cina, Melayu dan Eropa berpadu bersisian. Tidak ketinggalan bangunan keagamaan seperti kuil-kuil dan masjid-masjid indahnya di seputar pulau ini. Dengan adanya budget airlines, berkunjung ke Penang menjadi mudah dan murah. Ada penerbangan langsung dari Jakarta, Surabaya dan Medan. Harga tiket pun terjangkau.

Sesampai di Penang International Airport yang berada di daerah Bayan Lepas, kita dapat mencapai daerah seputar Georgetown sekitar 20 sampai 30 menit dengan taxi. Atau juga bisa naik bis umum, dengan harga tiket RM 2.70 (sekitar Rp. 8,000). Karena tidak mengejar waktu, saya memilih untuk naik bis AC Rapid Penang, menuju terminal Komtar yang berada di pusat kota dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Nah, sekarang ke tujuan awal saya ke Penang, wisata kuliner! Di segala penjuru kota ini kita bisa menemukan kedai kopi, restoran dan hawkers (pedagang kaki lima) yang menjual makanan khas Penang seperti Asam Laksa (berbeda dengan laksa pada umumnya yang bersantan, Asam Laksa ini lebih terasa seperti bumbu rujak), Char Kway Teow (kwetiau yang umumnya disajikan dengan udang) atau juga Penang Prawn Mee. Serasa tidak ada rasa kenyang, setelah makan berat berbagai hidangan pencuci mulut juga ingin rasanya dinikmati. Mulai dari kue-kue tradisional seperti Apom (kue apem), Teochew Cendul (cendol) sampai Rojak. Pasti kita sudah bisa menebak kalau Rojak ini tak lain adalah rujak, tapi di Penang versinya agak berbeda. Potongan buah-buahan ini disiram dengan bumbu gula aren dan petis yang pekat, didalamnya ternyata juga terdapat potongan tahu dan cumi-cumi. Kalau ditanya soal rasa, hemm... tentu saya kaget juga begitu mengunyah potongan cumi-cumi atau tahu dengan bumbu rujak yang manis. Ramai rasanya!

Kuliner Penang pernah dinobatkan sebagai "The Best Street Food in Asia" versi majalah TIME di tahun 2004. Perpaduan dari makanan Cina Peranakan, Malay, India sampai Thailand bercampur disini. Tempat untuk mendapatkan street food yang terpopuler adalah di Gurney Drive, lokasinya berdekatan dengan Gurney Plaza yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Penang. Di Gurney Drive ini segala macam masakan khas Penang tersedia, tinggal pilih mulai dari beragam masakan mie sampai seafood segar dan jajanan pencuci mulut lainnya. Selain itu bisa juga mencari di lokasi-lokasi kuliner lain di seputar Penang, yaitu di Pulau Tikus, Penang Road, Chulia Street atau Lorong Baru (New Lane). Tempat yang saya sebutkan terakhir ini menjadi favorit saya, karena char kway teow-nya konon paling enak di Penang.

Tentunya selain daya tarik kuliner, Penang juga memiliki berbagai tujuan wisata yang tidak kalah menarik. Kek Lok Si Temple wajib dikunjungi, kuil ini mulai dibangun pada tahun 1890. Pada tahun 1930 pagoda 7 tingkat yang dinamakan Pagoda of 10.000 Buddhas yang berada di kompleks ini selesai dibangun dan menjadi daya tarik khas kuil dan tempat wisata ini. Di bukit bagian atas kuil, sejak tahun 2002 berdiri juga patung perunggu raksasa Dewi Kuan Yin, setinggi lebih dari 30 meter.

Satu lagi tempat tujuan wisata yang menurut saya sangat spektakuler adalah kereta yang ada di Bukit Bendera atau Penang Hill. Dimana kita akan menaiki bukit setinggi 700 meter dari permukaan laut dengan menggunakan kereta yang menanjak 45 derajat dan memakan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai puncaknya. Sungguh perjalanan yang unik dan menarik. Tarif kereta pergi-pulang RM 30 (sekitar Rp. 90,000). Saya tidak menyangka jalur kereta seperti ini bisa saya temukan di Penang. Di puncak bukit kita akan sampai di area yang juga dikenal dengan nama Strawberry Hill. Kota Penang yang dapat dinikmati selayang pandang dari puncak bukit, memang mematri kenangan tersendiri di hati. Perpaduan budaya yang unik di bangunan-bangunan dan makanan-makanan khasnya, membuat ingin menikmati kembali.


BERITA TERKAIT
BACA JUGA