Clayton Frederick Osbon (49 tahun) ditangguhkan pekerjaannya sebagai pilot di maskapai penerbangan asal Amerika, JetBlue. Hal ini dikarenakan kepanikan yang menimpanya di tengah-tengah penerbangan dari New York ke Las Vegas pada Selasa (27/3/2012) lalu. Osbon mengalami kepanikan mendadak dan meneriakkan hal-hal tentang Al-Qaeda dan bom dalam pesawat.
Osbon adalah salah satu pilot yang paling lama bekerja pada JetBlue, yaitu dari tahun 2000 lalu. Dilansir dari situs smh.com.au, Kamis (29/3/2012), tak biasanya Osbon datang terlambat sebelum melakukan penerbangan. Namun semuanya baik-baik saja hingga akhirnya take off dari Bandara Internasional John F Kennedy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Osbon lalu mematikan radio pesawat, meredupkan monitor, lalu berkata, "Kita harus melakukan sesuatu yang beriman."
Si petugas mulai khawatir ketika Osbon berkata tak akan pergi ke Las Vegas. Osbon lalu bergumam sesuatu yang terdengar seperti khotbah. Petugas akhirnya memanggil seorang kapten lain di dalam kokpit. Ketika sudah dipanggil, Osbon malah hilang.
Mereka melihat Osbon keluar dari toilet. Ia mulai bicara pada pramugari, "150 jiwa di pesawat."
Sambil meninggalkan si pramugari, Osbon berjalan ke bagian belakang pesawat. Di tengah jalan ia berhenti untuk bertanya kepada seorang penumpang, "Apakah ada masalah?"
Mendadak, Osbon berlari ke dapur bagian depan dan mencoba masuk kembali ke dalam kokpit. Petugas lalu menahannya, dibantu oleh beberapa orang penumpang. Osbon masih menggedor pintu sangat kencang, seperti berusaha untuk merubuhkannya.
"Lebih baik kau berdoa sekarang," kata Osbon kepada beberapa penumpang dan pramugari yang menahan tubuhnya. Saat itulah ia mulai berteriak tak jelas tentang Al-Qaeda, bom, juga mengatakan bahwa pesawat akan jatuh.
Para penumpang lalu menahan tubuh Osbon hingga JetBlue itu tiba di Las Vegas. Mendengar cerita tersebut, para tetangga di apartemennya serta teman-teman Osbon tak ada yang percaya akan aksi tersebut. Katanya, aksi itu sangat jauh dari sikap Osbon sehari-hari yang "gentleman" dan profesional. Saat ini, sang pilot sudah berada di bawah pengawasan medis.
"Yang bersangkutan kini sudah jadi tahanan FBI," kata CEO JetBlue, Dave Berger.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar