Bos Ryanair: Krisis BBM, Maskapai Pas-Pasan Bisa Gulung Tikar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bos Ryanair: Krisis BBM, Maskapai Pas-Pasan Bisa Gulung Tikar

Femi Diah - detikTravel
Selasa, 19 Mei 2026 11:15 WIB
Ryanair
Ryanair (CNN)
Jakarta -

Krisis bahan bakar bikin maskapai penerbangan ketar-ketir. Bos Ryanair mengatakan maskapai pas-pasan bisa tumbang di musim dingin akibat situasi itu.

Krisis bahan bakar itu membuat harga minyak dunia sangat tidak stabil. Chief Financial Officer Ryanair, Neil Sorahan, mengatakan perusahaan tetap menjalankan operasional seperti biasa dengan berbagai catatan.

"Apakah kami memiliki rencana untuk 'situasi kiamat'? Tentu saja ada, tetapi saya tidak melihat itu akan terjadi. Saat ini kami menjalankan jadwal penuh musim panas dan berencana melanjutkannya hingga musim dingin," kata Sorahan kepada CNBC News, dikutip Selasa (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dia tak memungkiri bahwa tekanan akibat harga bahan bakar bisa berdampak besar pada maskapai yang sejak awal sudah lemah. Beberapa di antaranya bahkan bisa bangkrut jika kondisi semakin berat.

ADVERTISEMENT

"Saya pikir kita akan melihat beberapa maskapai yang lebih lemah, yang sudah kesulitan sebelum perang, mungkin akan tumbang di musim dingin," kata dia.

Sorahan mengatakan Ryanair saat ini relatif aman karena sudah mengunci harga bahan bakar untuk sekitar 80% kebutuhan musim panasnya (hedging). Artinya, meskipun harga minyak naik, biaya bahan bakar maskapai itu tidak langsung ikut melonjak karena sudah disepakati di harga tertentu sebelumnya

Sementara itu, kondisi berbeda dialami oleh maskapai yang tidak memiliki perlindungan serupa. Sorahan menilai situasi itu bisa terdampak lebih berat karena biaya operasional bisa naik tajam, keuntungan menurun, bahkan berisiko menghentikan operasional.

Bagi penumpang, kondisi itu dirasakan langsung. Harga tiket berpotensi tetap tinggi, terutama pada musim ramai.

Selain itu, ketersediaan penerbangan juga bisa berkurang jika ada maskapai yang kesulitan bertahan. Penumpang pun mungkin harus memesan tiket lebih dekat dengan tanggal keberangkatan karena harga yang lebih fluktuatif.

Meski begitu, Ryanair memastikan tidak ada rencana pembatalan penerbangan untuk musim panas ini dan operasional tetap berjalan normal.

CEO Ryanair, Michael O'Leary, sebelumnya juga memperingatkan bahwa harga bahan bakar yang tinggi bisa memicu kegagalan sejumlah maskapai di Eropa, seperti yang pernah terjadi pada Spirit Airlines di Amerika Serikat.

Di tengah ketidakpastian ini, Ryanair masih mencatat kinerja positif dengan peningkatan laba dan jumlah penumpang. Namun industri penerbangan secara umum masih menghadapi tekanan akibat harga energi dan kondisi geopolitik global.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads