Aku pun meminta supir taxi mengantarkanku ke jalan poppies 2 di daerah kuta. Disana tempatnya sangat strategis. Aku mendapatkan penginapan yang cukup murah yaitu sekitar 100rb/malam.
Karena sampainya sore hari maka istirahat sebentar dan lalu aku bersiap untuk jalan menikmati suasana malam daerah kuta. Hiburan malam sangat banyak disini. WNI dan WNA melebur menjadi satu. Keamanan tetap terjaga karena masyarakat di Bali sangat menjaga lingkungan mereka.
Gambar disamping meliatkan betapa ramainya wisatawan yang mengunjungi Monumen Bom Bali 2 di jalan legian, kuta. Didekat Monumen begitu banyak tempat hiburan malam yang tersedia. Hampir disepanjang jalan kita akan mendengar alunan musik keras.
Setelah puas berjalan-jalan mengelilingi daerah kuta maka aku pun kembali ke penginapan dan beristirahat karena besoknya pagi-pagi sekali aku akan menunggu sunrise di Pantai Sanur.
Shubuh pun telah tiba. Aku bergegas ke Pantai Sanur menggunakan sepeda motor yang aku sewa sebesar 50rb/hari. Dengan bermodalkan GPS di telepon genggam akupun sampai ke tempat tujuan, karena Bali sangat asing bagiku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah puas di Pantai Sanur, aku kembali ke penginapan untuk ganti baju lalu bergegas menuju Pantai Kuta yang tidak jauh dari penginapanku. Suasana di Pantai Kuta di pagi hari sangat ramai dengan berbagai aktifitas. Ada yang membersihkan pantai hingga surfing di pantai. Berikut gambar beberapa aktifitas di pantai kuta dipagi hari.
Gambar disamping adalah Patung di kompleks Garuda Wisnu Kencana. Sebuah kompleks yang sering dijadikan pusat pertunjukan seni dan kebudayaan dan juga sering dijadikan tempat acara-acara besar. Tempat ini juga dikeliling bukit batu yang tinggi.
Ini dalah suasana di Pantai Dreamland. Sebuah pantai yang begitu indah dan tak kalah dari pantai kuta dan sanur. Pantai ini dikelilingi oleh bukit-bukit sehingga menambah keindahan pantai yang biru dan ombaknya yang bagus untuk para surfer.
Seharian berkeliling menikmati pantai di Bali tak cukup rasanya jika tidak berburu sunset. Ada yang mengatakan di Uluwatu sunsetnya sangat indah. Maka aku bergegas menuju kesana karena hari sudah hampir terbenam.
Uluwatu juga menjadi habitat para monyet-monyet seperti disamping. Jadi untuk menuju pantainya berhati-hatilah dengan barang bawaan kita. Pengujung waktu itu sangat banyak karena semuanya ingin menunggu matahari terbenam. Berikut gambar-gambar di Uluwatu.
Lagi dan lagi aku kurang beruntung, cuaca disana tidak mendukung untuk melihat sunset. Aku pun pulang kembali ke penginapan yang jaraknya lumayan jauh dari uluwatu ini.
Keesokan harinya aku berpetualang lagi menuju Tanah Lot. Berikut ini gambaran sekitar Tanah Lot.
Inilah akhir dari petualangan ku di Bali. Pulau nan indah dan terkenal di dunia namun masih asing bagiku (gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Penundaan Massal di Bandara-bandara AS, Ada Apa?
Timur Tengah Memanas, Ribuan Penumpang Kapal Pesiar Gagal Berlayar