(gst/gst)
Bukan Karena Dingin, tetapi Karena Papandayan
- detikTravel
Rabu, 05 Des 2012 20:31 WIB
Indonesia, DKI Jakarta, Jakarta - Tidak hanya Bromo, Semeru, Lawu dan Rinjani yang memiliki pesona luar biasa, untuk traveller yang hanya memiliki sedikit waktu liburan dan masih memiliki sedikit pengalaman mendaki tidak masalah, tidak ada salahnya untuk mencoba salah satu Gunung di Jawa Barat ini. Perjalanan menuju Gunung Papandayan tidak terlalu menyulitkan, kami cukup meminjam sebuah tronton dari Jakarta. Perjalanan dari Jakarta sekitar 5-6 jam, setelah sampai di pos dan melakukan registrasi kalian bisa langsung mendaki, trek pertama kalian akan disuguhkan dengan kawah Papandayan yang mempesona dengan tebing tebing tinggi yang menakjubkan (jangan lupa membawa masker karena pada trek ini bau belerang akan sangat menyengat). Setelah melalui trek pertama akan terhampar pemandangan hijau bukit-bukit dan gunung yang menyegarkan mata, untuk melanjutkan perjalanan kami harus memutari jalan dan turun ke dasar bukit karena jalan seharusnya terkena longsor parah dan memutuskan jalan. Tetapi beruntunglah dengan kita memutari jalan tersebut kita dapat melewati sungai kecil dengan batu-batu besar cocok untuk sekedar bermain air atau istirahat sebentar. Setelah puas beristirahat kita akan menemukan trek kedua yaitu jalanan mendaki yang cukup terjal dan LICIN, maka para traveller harus sedikit memberi jarak agar tidak berbahaya. Usai trek kedua akan ada jalanan setapak dan berarti akan semakin dekat dengan Tegal Alun, yaitu tempat para traveller berkemah, mengisi air dan sekedar melihat sunset di sisa sisa letusan tahun 2002, dulunya Tegal Alun merupakan tempat dengan ratusan pohon abadi, akan tetapi sekarang sudah mulai tumbuh kembali memenuhi padang. Usai bermalam di Tegal Alun, pukul 06.00 kami berangkat menuju puncak, perjalanan tidak akan terasa melelahkan karena dengan pemandangan yang super duper kereen, para traveller akan disuguhi pemandangan hutan mati sisa-sisa kebakaran, dan setelah melewati jalan menanjak (sering disebut batu 50 derajat) traveller akan melihat ribuaan edelweiss yang cantiik. Disinilah spot untuk berfoto ria bersama rekan-rekan. Dari padang edelweis menuju puncak sudah tinggal sedikit lagi, hanya butuh stengah - satu jam saja, tapi para senior kami sudah meminta kami kembali turun karena alasan waktu, jadi perjaalanan kami berhenti sampai Padang Edelweiss, tapi tak mengapa, meskipun tidak sampai puncak para traveller tidak akan menyesal. Recommended. :)
(gst/gst)
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi