Nuansa Night Market di Siem Reap
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Nuansa Night Market di Siem Reap

- detikTravel
Selasa, 29 Jan 2013 13:41 WIB
Kamboja, Siem Reap, Siem Reap - Tidak afdol rasanya kalau tidak berbelanja souvenir khas Kamboja di Siem Reap. Kebetulan hotel kami menginap tidak jauh dari night market, cukup berjalan kaki sekitar 10 menit menyusuri jalan kecil ala Legian di Bali..kami sudah mencapi pusat kota siem reap dengan segala denyut nadinya. Pariwisata menjadi denyut jantung kota kecil ini, tidak terbayangkan apabila wisata dikota ini hancur, ratusan dan bahkan ribuan orang dikota ini akan menganggur.
Uang begitu sangat berharga dikota ini, terlebih lagi dengan mata uang negri paman sam US Dollar. Tukang becak alias tuk tuk pun dipatok dengan harga dollar bukan mata uang lokal yaitu real kamboja. Dan yang lucu mereka siap dengan uang pecahan 1 USD. Dan bahkan mereka harus mengutang dari bank lokal dalam bentuk dollar untuk mengkredit tuk-tuk.
Satu tuk-tuk seharga USD 2000 dan para tukang tuk-tuk harus berjuang keras mengumpulkan dollar setiap bulan dari para wisawatan. Para pengendara tuk-tuk umumnya bisa berbicara bahasa Inggris walau dengan kosa kata yang minim, terlebihnya lagi dengan bahasa tarzan atau isyarat. Seperti Ken - supir tuk-tuk kami, ia tidak pernah bersekolah dan harus meninggalkan kotanya yang berjarak sekitar 200 km dari kota siem reap untuk bekerja. Setiap bulan ia harus menyisihkan uang hasil menarik tuk-tuk untuk membayar cicilan kredit dibank serta makan anak istrinya. Kalau beruntung ia bisa membawa 1 - 2 turis di musim turis tapi dikala paceklik ia harus gigit jari karena tidak dpt penumpang turis asing.
Kembali menyusuri pasar malam atau night market di Siem Reap, kami blusukan untuk mencari sesuatu khas Kamboja. Kain khas kamboja yang bermotif kotak-kotak menjadi incaran kami. Kain tersebut biasa digunakan sebagai syal dan dimasa rezim pol pot yang buas, kain tersebut menjadi simbol partai.
Kain syal motif Khemr dihargai sekitar USD 2 - 5/lembar, seperti ilmu khas tanah abang, jangan lupa tawar setengah harga dari harga yg dibandrol apalagi harga turis. Dan jangan lupa untuk blusukan lebih dalam, satu toko bisa memberikan harga USD 5 untuk 3 buah kain khas Khmer.
Kain tenunan untuk selimut khas Khmer dihargai USD 10 setelah kami tawar setengah harga. Dan salahsatu penjajanya bisa berbahasa melayu, setelah kami telisik ternyata dulu ia pernah bekerja sebagai tenaga kerja wanita di malaysia. Dan beliau menggunakan jilbab. Ternyata suku Champa di kamboja mayoritas beragama Islam. Dan mereka bisa hidup berdampingan dengan bangsa Khmer yang mayoritas Budhis...this is awesome!
Ada banyak ukiran-ukiran kayu seperti relief-relief di candi Bayon, mengingatkan saya akan ukiran khas Bali. Harga ukiran sekitar USD 15 - 25/buah tergantung ukuran dan kehalusan ukiran. Bangsa Khmer terkenal akan ukirannya yang cantik seperti yang sudah mereka buat disepanjang dinding candi Angkor Wat, Thom, Bayon, dll.
Kaos khas kamboja terbuat dari katun yang halus dan sangat murah yaitu USD 2/kaos serta cocok untuk dijadikan oleh-oleh buat teman-teman di Jakarta. Selain itu magnet kulkas juga patut dijadikan souvenir dengan harga USD 1.
Kamboja terkenal dengan bebatuan seperti ruby, tetapi harus hati-hati karena kita bisa ditipu. Bebatuan yang asli harganya sangat mahal yaitu USD 40 - 100/buah dan untuk membedakannya diperlukan keahlian khusus. Salahsatunya apabila batu tersebut dipanaskan dengan suhu diatas 100 C, warna batu tersebut akan kembali normal dan tidak akan meleleh. Banyak bebatuan cantik yang dipajang dietalase adalah bebatuan imitasi. Beragam warna batuan yang cantik tentu saja mengundang ketertarikan bagi kaum hawa.
Para turis asing tentu saja menjadi korban utama, dengan harga yang murah dan warna-warni yang cantik...siapa yang tidak tertarik ingin membelinya. But wait...it's fake...alias palsu.
Untuk giok, jangan lupa dicek dibawah sinar lampu. Apabila bisa dilihat urat-urat batunya maka bisa dipastikan bahwa giok tersebut asli. Tetapi apabila tidak ada urat dan warnanya hijau muda, bisa dipastikan palsu.
Berbelanja di night market sangat mengasyikkan dan bahkan bisa melihat tarian Apsara secara gratis. Yang menakjubkan kita bisa menjumpai rokok Djarum menthol atau KOPIKO dijajakan dipasar atau toko kelontong dikota ini. Apabila kehabisa uang, tidak usah panik...cukup mendatangi ATM terdekat dan gunakan kartu ATM anda berlogo VISA/MASTER dan bisa menarik uang pecahan USD 50 - 100.
Setelah selesai berbelanja, jangan lupa foot massage disepanjang jalan seharga USD 1 per 15 menit atau USD 8 per 1 jam untuk full body massage.
(gst/gst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads