Bengawan Solo
Riwayatmu ini
Sedari dulu jadi
Perhatian insani
Musim kemarau
Tak seberapa airmu
Dimusim hujan air
Meluap sampai jauh
Sepenggal lirik lagu diatas terukir dalam sebuah prasasti di Taman Gesang yang berlokasi tepat di tepi Bengawan Solo, Solo, Jawa Tengah. Tidak banyak memang yang dapat anda temukan di taman yang berada di dalam kawasan wisata Taman Taru Jurug ini. Prasasti, pendopo kecil, tempat pertunjukkan, sebuah bangkai pesawat, patung Gesang, dan tak jauh dari situ terdapat pula petilasan Joko Tingkir.
Keadaan Taman Gesang terlihat tidak terawat, mulai dari pendopo yang kotor, prasasti yang sudah berlumut, serta sepinya pengunjung menambah perasaan miris saat berkunjung ke taman yang dibangun atas bantuan dana dari Asosiasi Persahabatan Indonesia-Jepang pada tahun 1983 ini. Entah apa yang membuat Taman Gesang menjadi tidak terpelihara kelestariannya lagi.
βDulu disini ramai, setiap minggu ada pertunjukkan musik keroncong, banyak orang yang piknik, Pak Gesang sendiri dulu lumayan sering berkunjung, tapi 3 tahun belakangan beliau tidak pernah muncul lagi hingga wafat,β ujar Kerta Pawiro sambil menyapu halaman Taman Gesang. Nenek yang mengaku sudah berjualan di taman Gesang selama lebih dari 20 tahun ini mengatakan beberapa tahun terakhir Taman Gesang hampir tidak pernah dikunjungi siapapun, bahkan di hari-hari libur.
Kerta Pawiro hanyalah satu dari beberapa pemilik warung yang bertahan untuk berjualan makanan di area sekitar Taman Gesang. Maka, tidak heran karena sepinya pengunjung yang datang, nenek yang sudah bungkuk badannya ini menerapkan harga yang βberbedaβ dari daftar menu makanan yang ada di warungnya. Sebagai saran, apabila anda memiliki dana yang terbatas, jangan lah memesan makanan atau minuman terlalu banyak. Anda harus merogoh kocek Rp. 15.000 untuk menikmati dua gelas teh hangat dan satu porsi mie goreng di warung ini.
Taman Gesang ternyata tidak terlalu populer di mata generasi muda sekarang. Seno, seorang mahasiswa yang sedang berkunjung di Taman Gesang mengaku tidak tahu menahu sebelumnya perihal taman ini. βPertamanya saya hanya ingin melihat koleksi satwa yang ada di kebun binatang Jurug ini, tapi saat jalan-jalan saya melihat Taman Gesang dan nggak ada salahnya mampir sebentar karena penasaran,β katanya.
Sebenarnya Taman Gesang cukup rindang dan sejuk untuk dipakai menghabiskan waktu santai bersama keluarga atau teman terdekat. Tikar sudah disediakan, anda dapat membawa bekal sendiri dari rumah sambil menikmati aliran Bengawan Solo. Suasana Taman Gesang yang sepi dan tenang memiliki magnet tersendiri bagi sepasang kekasih untuk menghabiskan waktu disini. Selain Seno, sore itu terlihat sepasang kekasih yang sedang asyik mengobrol sambil menghadap aliran Bengawan Solo yang romantis dan inspiratif. Mereka mengobrol dan bercanda kecil sambil menyantap makanan pesanan dari warung Kerta Pawiro.
Tak terasa matahari mulai menunjukkan tanda-tanda ingin tenggelam, Kerta Pawiro sudah bersiap-siap menutup warungnya. Dalam hati nenek itu mungkin berharap semoga esok hari pengunjung Taman Gesang dapat lebih ramai seperti dulu lagi, agar rezeki untuk keluarganya dapat terus mengalir deras layaknya aliran Bengawan Solo.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib