Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 11 Mei 2020 09:55 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Solo Traveling dari Yogya-Jabar, Dapat Apa?

this is it, Pantai Kesirat! -Jogjabeginilah caranya ninggalin jejak kalau bepergian sendiri.. karena gak bisa ada dalam foto, at least bisa lettering untuk keterangan tempatnya..
this is it, Pantai Kesirat! -Jogjabeginilah caranya ninggalin jejak kalau bepergian sendiri.. karena gak bisa ada dalam foto, at least bisa lettering untuk keterangan tempatnya..
Candi Prambanan, Yogyakarta
Candi Prambanan, Yogyakarta
Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Kawah Putih, Bandung
Kawah Putih, Bandung
ugc
ugc
detikTravel Community - Inilah hal paling nekat yang pernah saya lakukan. Inilah pengalaman pertamaku menyusuri sendiri destinasi-destinasi dari Yogyakarta hingga Jawa Barat.Awalnya saya merasa sangat bersemangat dengan semua persiapan yang telah saya lakukan, booking hotel dan lain-lain. Tapi, pergi ke tempat asing tanpa kenal siapapun, membuatku sedikit merasa khawatir. Tapi justru itulah saya belajar untuk berani mempercayai diri sendiri.Malam itu, untuk pertama kali saya bisa merasakan naik kereta. Waktu itu saya juga sempat panik karena tidak tahu kalau kereta tujuan akhir Solo akan berhenti pula di Yogyakarta. Namun, saya baru mengerti setelah bertanya ke penumpang lain.Tiba di Yogya di saat subuh itu memang berbeda rasanya. Suasananya sepi dan hanya ramai oleh orang-orang yang keluar dari stasiun. Karena penginapannya lumayan dekat, saya pun berjalan kaki untuk sampai di penginapan.Hari pertama, ke pantai Gunungkidul dan keliling kotaBermodalkan peta, motor, dan tekad yang kuat saya pun langsung meluncur ke Pantai Kesirat. Selama perjalanan menuju pantai Kesirat, saya dijemput oleh pemandangan pohon-pohon yang hijau dan asri. Adem banget rasanya walaupun jalanannya agak sepi.Setelah puas berpanas-panas ria di Pantai Kesirat, destinasi selanjutnya adalah Puncak Becici. Udaranya sejuk dan pemandangan alamnya keren banget.Awalnya pengen ke Pinus Pengger juga karena katanya dekat dari Puncak Becici, cuma karena sudah terlalu sore dan perjalanan untuk pulang lumayan jauh sekitar satau jam, makanya saya memutuskan untuk langsung pulang saja setelah dari Puncak Becici.Karena saya perginya sendirian dan nggak tahu jalan jadi harus sedikit-sedikit berhenti untuk melihat peta. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti kendaraan di depan yang malah ke Pinus Pengger. Karena sudah terlanjur, jadi sekalian aja masuk dan foto objeknya.Dalam perjalanan pulang, sempat mampir ke pinggir jalan buat foto sunset. Ternyata tempat itu bernama Watu Amben. Nggak ada di dalam daftar, tapi karena sunset-nya lagi bagus jadi mampir sebentar.Sebelum sampai di penginapan, saya singgah dulu keliling Alun-Alun Kidul sembari membeli makan. Akhirnya saya pun tahu seperti apa suasana Jogja itu.Hari kedua, ke Candi Prambanan dan BorobudurDi momen ini saya sempat bingung melihat peta. Namun akhirnya saya bisa masuk ke area Candi Prambanan dan berfoto di sana.Setelah dari Candi Prambanan, destinasi selanjutnya adalah Candi Borobudur. Tetap mengandalkan peta, saya mengikuti jalan besar antar provinsi dan akhirnya tiba di Borobudur.Di sana, saya bertemu teman, dia berkata kalau hujan di sekitar Magelang akan cepat reda bila disertai petir dan sebaliknya.Karena hujan sudah reda dan sebentar lagi candinya bakal ditutup, jadi saya masuk sebentar untuk foto beberapa objek dan hand lettering juga. Setelah dari Candi Borobudur, kami pulang. Kawanku balik ke Magelang dan saya balik ke Yogya.Hari ketiga, mengelilingi MalioboroPagi terakhir di Yogya, saya habiskan dengan berjalan kaki di sepanjang Jalan Malioboro sebelum akhirnya ke Stasiun Tugu untuk balik ke Bandung.Pagi itu, toko-toko masih pada tutup dan penjual di Pasar Beringharjo baru akan buka. Udaranya dingin dan sejuk. Sempat lihat beberapa orang syuting film juga. Baru sadar ternyata ada sepeda gratis untuk keliling seputar area Malioboro dan sempat ditawarin.Setelah menempuh 8 jam perjalanan, akhirnya sampai juga di Bandung. Cuaca Bandung kala itu sedang hujan, jadi hanya tinggal di hotel saja.Hari keempat, Jelajah Bandung ke Kawah Putih dan Situ PatenggangPagi pertama di Bandung saya habiskan dengan berkunjung ke Kawah Putih. Karena perjalanan yang cukup jauh, saya pun berangkat jam 6 pagi dan itu sudah macet sekali tapi beruntung suhu udaranya sejuk.Pas masuk daerah Ciwidey, suhu udaranya semakin dingin. Sesampainya di kawasan Kawah Putih, ternyata harus naik Ontang Anting untuk sampai ke Kawah Putihnya. Pada saat itu, ternyata kawah putihnya berkabut habis hujan. Jadi warna biru kawahnya tidak terlalu kelihatan malah terkesan agak horor.Selain ke kawah putih, saya juga pengen banget ke Sunan Ibu. Tetapi untuk sampai ke sana harus melewati banyak anak tangga untuk mendaki sampai puncaknya. Tiba di puncak, semua ekspektasiku gak sesuai dengan kenyataan. soalnya hanya bisa lihat kabut dan sedikit gerimis.Setelah menikmati ketenangan di Kawah Putih, perjalanan pun dilanjutkan ke Situ Patenggang yang gak terlalu jauh dari lokasi Kawah Putih.Suasananya teduh banget. Ada danau terus sempat melihat beberapa orang yang sepertinya sedang syuting di dekat danau itu. Keindahan alam dan ketenangan seperti ini sangat susah didapatkan.Hari kelima ke Farm House Susu Lembang dan Lodge MaribayaHari terakhir di Bandung, saya pun ngebolang ke daerah Lembang. Waktu itu saya ditemani salah seorang teman yang tinggal di Bandung. Kami pun main ke Farm House Susu Lembang, lihat rumah mini, berfoto di rumah Hobbit, bahkan sebelum pulang ternyata kami dapat susu segar.Destinasi terakhir di Bandung yaitu The Lodge Maribaya. Setibanya di sana, kami disambut dengan pemandangan bukit yang bagus banget dan super sejuk. Ada berbagai wahana juga, tapi saya lebih memilih duduk tenang sambil menikmati pemandangan alam yang keren banget.Nah setelah semua perjalanan ini usai, saya jadi banyak belajar mempercayai diri sendiri. Dan solo traveling itu bisa bikin kita ketemu dengan banyak orang, bersosialisasi dengan orang-orang yang baru, memahami karakter setiap orang dari sudut pandang yang berbeda, serta membuat kita lebih memahami diri kita sendiri.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA