Tradisi Ramadan di Palembang: Bagi-bagi Bubur Daging yang Lezat

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tradisi Ramadan di Palembang: Bagi-bagi Bubur Daging yang Lezat

Ivonesuryani - detikTravel
Kamis, 07 Jun 2018 11:58 WIB
loading...
Ivonesuryani
Butuh waktu 3 jam untuk memasak bubur.
Pengurus masjid membagikan bubur.
Menikmati bubur daging di Masjid Suro.
Masjid Suro yang tetap terawat baik.
Masjid Suro telah berusia 129 tahun.
Tradisi Ramadan di Palembang: Bagi-bagi Bubur Daging yang Lezat
Tradisi Ramadan di Palembang: Bagi-bagi Bubur Daging yang Lezat
Tradisi Ramadan di Palembang: Bagi-bagi Bubur Daging yang Lezat
Tradisi Ramadan di Palembang: Bagi-bagi Bubur Daging yang Lezat
Tradisi Ramadan di Palembang: Bagi-bagi Bubur Daging yang Lezat
Jakarta - Di Masjid Al Mahmudiyah (Suro) Palembang, ada tradisi yang terus dilestarikan, yaitu membagikan bubur daging nan lezat sebagai hidangan berbuka puasa.Masjid Besar Al Mahmudiyah atau lebih dikenal dengan nama Masjid Suro, berlokasi di Jalan Ki Gede Ing Suro, 30 ilir, Palembang. Masjid Suro dibangun oleh seorang ulama besar, Ki H. Abdurrahman Delamat, di atas tanah wakaf dan pembangunan selesai pada tahun 1889.Setelah selesai, masjid ini sempat terlantar selama 32 tahun. Pemerintah Belanda kala itu tidak mengizinkan umat Muslim melaksanakan Sholat Jumat dan sholat berjamaah di Masjid Suro.Pemerintah Belanda khawatir Ki H. Abdurrahman Delamat menyampaikan dakwah tentang pentingnya persatuan umat Islam. Besarnya kharisma pendiri masjid ini juga menjadi kekhawatiran lain.Baru pada tahun 1921, setelah Ki H. Abdurrahman Delamat wafat, pemerintah Belanda mengizinkan masjid ini digunakan untuk Sholat Jumat dan sholat berjamaah.Masjid yang masuk dalam cagar budaya karena nilai sejarahnya ini memiliki tradisi menarik, yaitu membagikan bubur daging kepada jamaah yang berbuka di masjid dan warga sekitar.Setiap Ramadan, pengurus masjid selalu membuat bubur daging dengan campuran bumbu sop sejak pukul 13.00 WIB di halaman belakang masjid. Puluhan warga yang rumahnya berada di sekitar masjid juga turut meramaikan suasana sambil menantikan sajian bubur daging dengan aroma yang sangat khas tersebut.Menurut Kartibi (51), pengurus masjid sekaligus juru masak bubur, tradisi ini sudah ada sejak pertama kali masjid ini didirikan.Hhm, lezat pastinya ya. Ada yang mau ke sana saat berbuka nanti? Sembari berwisata religi dan sejarah di masjid yang telah berusia satu abad lebih ini, kalian bisa menikmati kelezatan bubur dagingnya.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads