Thailand Juga Punya Museum 3D, Begini Wujudnya
Selasa, 24 Jan 2017 09:55 WIB
Darwance Law
Jakarta - Seperti di Indonesia, Thailand juga punya museum 3D. Traveler bisa bebas berpose dengan latar aneka lukisan 3 dimensi.Di kawasan Asia Tenggara, Thailand merupakan salah satu negara yang berhasil mendatangkan banyak pelancong. Heran, saat diberi kesempatan mengunjungi Thailand beberapa waktu yang lalu, saya pun berusaha untuk mencari tahu musabab mengapa para turis begitu jatuh cinta dengan negara tempat ASEAN dilahirkan ini.Wajar saja, pikir saya kala itu, rupanya negara ini memiliki objek wisata yang tidak hanya banyak jumlahnya, tetapi juga bervariasi. 3D Art Paradise Museum Pattaya adalah salah satu contohnya. Berada di museum ini, semua serasa nyata.Hari itu, senja mulai menjelma. Namun, langit di ufuk barat Thailand masih cerah dengan cahayanya yang tetap menyilaukan mata. Perlahan-lahan, Oom Pacha membimbing kami keluar dari Floating Market Pattaya yang tetap riuh oleh wisatawan yang datang.Pariwisata di kota yang oleh Oom Pacha sebagai Bali-nya Thailand ini denyutnya betul-betul terasa. Di Floating Market Pattaya saja misalnya. Berada di kawasan wisata berupa pasar apung ini, serasa berada di dunia dalam bentuk mini. Semua suku bangsa dari negara manapun tumah ruah di tempat ini. Begitu memikatnya pariwisata Thailand."Sudah siap semua?," tanya Oom Pacha setelah kami masuk ke dalam mobil yang membawa dari Bangkok menuju Pattaya."Sambil beristirahat dalam mobil, kita akan menuju pusat Kota Pattaya. Sebelum makan malam, kita singgah dulu di 3D Art Museum Pattaya, museum yang mengoleksi lukisan 3 dimensi di Thailand," sambungnya lagi.Melewati beberapa ruas jalan menuju pusat Pattaya, saya memang jadi ingat Bali. Bedanya, tak macam Bali, Pattaya punya banyak gedung-gedung yang menjulang tinggi. Lalu lintas di Pattaya juga berjalan dengan tertib.Soal yang satu ini, salutlah saya dengan Thailand. Saya lantas berandai-andai umpamanya situasi semacam ini terjadi di kota-kota yang ada di Indonesia. Sayangnya, kota semacam Yogyakarta pun konon sekarang sudah sesak oleh beragam jenis kendaraan yang datang."Ini dia museumnya," ujar Oom Pacha manakala mobil berbelok pada sebuah bangunan yang tampak biasa-biasa saja.Seraya meminta kami untuk menunggu barang sejenak, Oom Pacha berjalan menuju sebuah loket, lalu kembali lagi dengan beberapa stiker yang dengan cekatan ia tempelkan pada masing-masing baju yang kami kenakan. Stiker itu adalah petanda bahwa kita sudah membeli tiket untuk bisa menikmati koleksi 3D Art Paradise Museum Pattaya."Selamat menikmati. Oom tunggu di sini ya," lanjut Oom Pacha dengan ramah.Langkah demi langkah, saya dan adik memasuki ruangan yang lebih menyerupai sebuah lorong. Gelap sekali. Mulanya, kami sempat dbuat bingung oleh suasana museum yang memang belum kami pahami sama sekali.Lukisan Monalisa yang tersohor dengan beragam jenis menyambut kami. Saya dan adik saling bertatapan seolah saling bertanya, "Tempat apa ini?". Namun, akhirnya kami mengangguk-angguk pelan manakala berjumpa dengan lukisan sampul majalah Time pada sebuah sisi. Seingat saya, saya pernah melihat orang-orang berfoto dengan latar sampul salah satu majalah paling terkenal ini. Ya, kami paham sekarang."Coba kamu berdiri di situ, saya yang foto," saya meminta Anggun Saputra, sang adik berdiri pada sebuah sisi. "Nah, begini hasilnya."Sang adik pun menganggung-angguk seraya tersenyum tipis petanda mulai memahami. Mulailah kami menjelajahi sisi demi sisi 3D Art Paradise Museum dengan antusias. Setengah berlari, saya dan adik seolah beradu mencari background paling apik ditangkap oleh lensa kamera.Sepanjang perjalanan di Thailand, rasanya inilah objek wisata paling memikat yang kami datangi setelah Wat Arun di tepi Sungai Chao Phraya. Ada banyak lukisan tiga dimensi yang sungguh membuat kita seolah-olah berada di dalamnya bila sudah ditangkap oleh kamera.Mulai dari lukisan berupa sampul majalah (seperti majalah Time dan Vogue), berupa-rupa jenis hewan, kerajaan dunia masa lampau, lanskap jazirah Arab, ilmuwan terkemuka macam Albert Einstein, film Thor hingga lukisan seolah-olah kita sedang berada di daerah bersalju. Menarik sekali bukan?Nah, bila jalan-jalan ke Thailand, jangan lupa singgah di tempat kece yang satu ini. Tipsnya sederhana sekali, siapkan baterai kamera cadangan saja. Maklum, untuk menikmati objek wisata yang satu ini memang harus mengandalkan lensa kamera, tak cukup hanya dengan mata telanjang.












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok