Jakarta - Saat mendaki Gunung Semeru, para pendaki akan beristirahat dulu di Ranu Kumbolo. Danau cantik yang suka jadi tempat kemping. Kapan kamu ke sini?Saat kita akan mendaki gunung Semeru, pasti sudah tidak asing lagi dengan Tanjakan Cinta yang sudah terkenal dengan mitos yang beredar di kalangan pendaki. Setiap pendaki yang ke Semeru pasti ingin menjajal mitos Tanjakan Cinta tersebut.Kali ini saya tidak membahas tentang mitos yang beredar, itu bisa kalian baca di blog-blog yang traveler lain. Disini saya lebih tertarik menceritakan tentang pesona keindahannya. Mungkin banyak pendaki yang terlalu fokus ingin menjajal mitos sehingga melewatkan pesona keindahan yang terdapat di sana.O iya, perjalanan mecapai tanjakan cinta saya mulai dari Ranu Pani/ Pos Pendakian Semeru. Saat itu saya mulai perjalanan dari Ranu pani pagi sekitar jam 7 wib. Saya berjalan berdua bersama teman pendakian yang bernama Galih. Trek nya tidak terlalu berat karena terbilang landai jadi kami jalannya sedikit santa.Sebagai info Tanjakan cinta ini letaknya tepat setelah Ranu Kumbolo, biasanya para pendaki akan menggelar tenda di Ranu Kumbolo. Saat itu kami juga memutuskan untuk kemping di Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo berada di ketinggian sekitar 2400 mdpl, Dari Ranu Pani bisa menempuh waktu 4-5 jam berjalan kaki. Saat itu kami sampai di Ranu Kumbolo sekitar jam 11 kurang, itupun kami lakukan dg ritme yang santai.Sampai di Ranu Kumbolo, sudah terlihat warna-warni tenda para pendaki yang menghiasi pinggiran Ranu Kumbolo, indah sekali terlihat. Walau belum saling kenal, keakraban sudah biasa terjalin, saling sapa antar sesama pendaki, suasana yang paling dirindukan jika sudah tidak di gunung hehehee.Sampai Diranu Kumbolo, kami langsung mendirikan tenda, membongkar perbekalan kami. Menyantap bekal nasi pecel yang kami beli waktu di Ranu Pani,,hmmm lumayan setelah capek berjalan. Setelah lama selesai mendirikan tenda dan beres-beres kami putuskan untuk istirahat sebentar.Setelah selesai istirahat kami putuskan untuk berjalan-jalan menikmati keindahan, dan kami pun tak pikir panjang langsung menuju tanjakan cinta yang berada tepat di belakang tenda. Wahh...lumayan panjang juga nih tanjakan, tapi tidak terlau curam. mungkin butuh waktu sekitar 20 menit untuk menyelesaikan tanjakan ini. Terlihat banyak para pendaki yang antusias ada yang sekedar foto, ada juga yang ingin menjajal mitos Tanjakan Cinta.Saya sendiri tidak mencoba mitos tersebut, saya malah lebih tertarik melihat keindahan yang disuguhkan dari Tanjakan Cinta, pemandangan cantik dari Ranu Kumbolo, dihiasi warna-warni tenda para pendaki, kabut tipis yangΒ mulai turun menyelimuti Ranu Kumbolo, dan beberapa pendaki yang berusaha mejajal mitos rasanya momen indah itu sayang untuk dilewatkan dan tidak diabadikan dalam foto.Sorepun berganti malam, kami kembali ke tenda dan mulai masak untuk makan malam. Suasana malam di Ranu Kumbolo sangat indah karena saat itu pas bulan purnama, cahaya bulan menerangi malam itu, udara malam lumayan dingin jadi tidak kuat rasanya lama-lama di luar tenda, jadi saya putuskan masuk ke tenda dan ngobrol panjang lebar dengan teman setenda dan Mas Fendi yang kebetulan tetangga tenda yang main ke tenda kami. Tak terasa kami ngobrol ditemani kopi panas. Malam pun sudah larut, kami lalu tidur.Memang Suasana malam itu begitu dingin,ya pun terbangun karena tidak kuat dinginnya, dan mengidupkan kompor di dalam tenda, lumayan buat menghangatkan badan, saat itu sekitar jam 1 dini hari, lalu saya lanjutkan tidur lagi. Tapi jam 2 saya terbangun lagi karena kedinginan, lalu menghidupkan kompor lagi sampai saya ketiduran sambil duduk di depan kompor, Jam 4 pagi saya terbangun lagi ternyata gas kompornya sudah habis jadi terasa dingin lagi, untungnya tidak kebakaran tenda kami hehee.Pagi pun tiba, para pendaki lain sudah terdengar ramai dg segala aktivitasnya. Saat yang ditunggu-tunggu tiba, golden sunrise di Ranu Kumbolo. Perlahan, langit berubah warna merah keemasan, air ranu kumbolo pun berkilau kuning keemasan karena pantulan dari cahaya matahari. Udara dingin pagi itu kami tidak hiraukan begitu disuguhkan keindahan yang sangat sempurna dari yang Maha Kuasa. Tidak bisa berkata-kata lagi, hanya terpesona penuh rasa syukur dapat menikmati alam Indonesia yang begitu indah.Setelah puas menkmati, sayapun panaskan air dan membuat kopi, pikirku menikmati pemandangan yang begitu cantik lebih asik sambil menikmati kopi. Dipinggir tenda saya menikmati keindahan pagi itu. Suasana seperti ini pasti sangat saya rindukan, suatu saat saya ingin kembali lagi kesini. Sepertinya saya sudah jatuh cinta dengan Tanjakan Cinta dan Syahdunya sunrise di Ranu Kumbolo. Semoga bisa kesana lagi..:)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok