Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Feb 2014 19:01 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kecantikan Derawan Tak Terbantahkan

Anonim
d'Traveler
Golden Jellyfish di Pulau Kakaban
Golden Jellyfish di Pulau Kakaban
Keindahan Laut Pulau Kakaban
Keindahan Laut Pulau Kakaban
Sunrise Derawan
Sunrise Derawan
Lautan di bawah penginapan
Lautan di bawah penginapan
Bertemu penyu di Derawan
Bertemu penyu di Derawan
detikTravel Community - Kecantikan kerajaan bawah laut Pulau Derawan dan sekelilingnya di timur Kalimantan memang tak terbantahkan. Ada juga resor terapung yang menawarkan pemandangan bawah laut, tentunya suasananya romantis untuk Valentine.Sebagian orang berpikir tentang Kalimantan Timur adalah hasil buminya bukan tentang kepulauan indahnya, yaitu Kepulauan Derawan. Perjalanan menuju kepulauan tersebut ditempuh dengan pesawat. Dari Jakarta kami menggunakan pesawat menuju Balikpapan untuk transit, lalu dilanjutkan dengan ukuran pesawat yang lebih kecil menuju Bandara Kalimarau, Berau.Dari Bandara Kalimarau, Anda dapat melanjutkan perjalanan kembali menuju Pelabuhan Tanjung Batu dengan perjalanan darat. Kami menyewa transportasi dengan mobil sejenis APV kapasitas 5-7 orang. Perjalanan ini memakan waktu 3 jam.Butuh diingat bahwa perjalanan darat sangat luar biasa dengan kontur jalan yang membelah hutan kalimantan. Penyewaan ini biasanya telah ditetapkan harganya dengan biaya sekitar Rp 400.000 per mobil untuk antar jemput (bandara-pelabuhan PP).Dari Pelabuhan Tanjung Batu, kami melanjutkan dengan menyeberang menuju Pulau Derawan dengan speedboat kapasitas 6 orang yang telah siap mengantarkan kami. Kami telah memesan satu paket wisata termasuk transportasi, penginapan, makan dan akomodasi lainnya.30 menit perjalanan menyeberang lautan dan bersentuhan langsung dengan air laut yang menggoda. Tak disangka sesampainya di Derawan, lautan pun sangat jernih walau penginapan kami berada di atas lautan. Indah dan bersinar saat siang hari. Anda dapat melihat bintang laut berwarna kuning di bawah tangga kamar Anda.Tidak lama menunggu, setelah menyapa kamar penginapan, kami langsung bersiap untuk menjelajahi 3 pulau yakni Kakaban, Sangalaki, Maratua. Sayangnya kami tidak ke Pulau Maratua dikarenakan kondisi cuaca yang tidak bersahabat.Saat menyiapkan perlengkapan menyelam, kami bertemu dengan beberapa turis dari Perancis, Belanda dan Australia yang bersiap untuk menyelam juga. Mereka pun mencintai keindahan alam Indonesia kita.Yap, petualangan dimulai! Kunjungan pertama adalah Pulau Kakaban dengan waktu 45 menit menggunakan speedboat. Perjalanan yang lama dan mengguncang karena ombak, terbayar sudah dengan keindahan dan keasrian Pulau Kakaban yang tidak berpenghuni tersebut kecuali terdapat beberapa orang penjaga.Cukup membayar tiket masuk Rp 10.000 Anda berjalan melewati jalanan kayu yang penuh dengan anak tangga dan menelusuri hutan. Tidak sampai 5 menit, terlihatlah danau Pulau Kakaban yang begitu indah! Kami berasa seperti di pegunungan!Anda dapat menyelam ke danau tersebut tetapi hanya dengan kacamata snorkeling dan tanpa kaki katak untuk berenang. Hal ini dikarenakan untuk menjaga danau dan habitat para ubur-ubur yang hidup di danau tersebut.Bayangkan, ubur-ubur tersebut menari di atas tangan, tubuh dan kulit Anda tanpa ada rasa sakit sedikitpun. Ya, mereka tidak menyengat, dan hanya ada 2 di dunia salah satunya adalah Indonesia. Bangga bukan?Anda dapat merasakan tentakel ubur-ubur yang mengelitik tubuh Anda, dan mereka sangat jinak serta menggemaskan. Puas bermain dengan ubur-ubur, kami melanjutkan snorkeling di pantai lautan Pulau Kakaban. Menakjubkan, jernih, indah dan menawan! Dengan dipandu oleh diver, kami melihat batasan laut yang sangat dalam. Amazing!Perjalanan selanjutnya kami menuju Pulau Sangalaki, dimana tempat budidaya penyu. Beruntung kami bertemu dengan penyu yang siap untuk dilepaskan. Menggemaskan sekali!Saat perjalanan kembali ke penginapan, kami singgah di salah satu pulau penuh pasir putih akibat surutnya air laut dan dikelilingi oleh bayi ikan pari. Lucu tapi perlu hati-hati ya.Sesampainya di penginapan kami berjalan kaki mengelilingi Pulau Derawan mengikuti jalan setapak di desanya. Kami seakan-akan menemukan tempat yang baru lagi, yaitu pantai di belakang Pulau Derawan. Sunyi, sepi, bersih, indah, dan cocok untuk melihat sunset. Kami juga bertemu kembali dengan bebeberapa turis muda dari Perancis yang sedang berjemur.Keesokan harinya, kami menghabiskan waktu dengan snorkeling di Pulau Derawan. Penuh dengan karang yang indah, ikan, dan biota laut lainnya. Dan beruntung sekali kami bertemu dengan 2 hingga 3 penyu sekaligus yang sedang mencari makan di sekitar pulau. Besar dan pemalu sekali mereka.Banyak sekali keindahan laut di kepulauan ini yang masih harus kami datangi, tapi sayangnya hanya dapat dua hari saja. Turis yang berdatanganpun juga memilih tempat ini sebagai lokasi diving favorit mereka bahkan sudah ada yang punya penginapan sendiri khusus untuk mereka.Kita pun juga harus bisa untuk mencintai keindahan harta lautan yang kita punya. Saya dan teman-teman saya merekomendasikan tempat ini sebagai pulau terfavorit. Semoga kami bisa menikmati lagi keindahan dari pulau ini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA