Jakarta - Aceh, Propinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sumatera memang penuh pesona wisata, sekaligus menyimpan potensi keragaman kultural dan kuliner yang menjanjikan. Makanan khas Aceh dijamin bikin lidah bergoyang.Perjalanan saya kali ini memang tidak terlalu lama. Namun, selain mengunjungi ikon dan tempat wisata yang wajib dilihat seperti Masjid Raya Baiturrahman yang megah dan indah, museum Tsunami yang menguras emosi, tentu saja kesempatan untuk mencicipi kuliner khas Aceh yang juga tidak boleh dilewatkan.Yang menarik di Aceh, khususnya di kawasan Kota Banda Aceh adalah banyaknya warung kopi. Kopi Aceh memang sangat terkenal dengan kelezatan dan aromanya yang khas, antara lain yang terkenal adalah Kopi Krueng. Selain itu berbagai jenis kopi luwak, baik dari dataran tinggi Gayo dan daerah lain di Aceh juga sangat tersohor. Inilah yang saya lakukan di malam pertama di Banda Aceh, yaitu nongkrong di warung kopi.Lalu keesokan harinya bersama supir yang merangkap pemandu wisata, saya diajak juga untuk menikmati lagi menu makanan khas Aceh dengan nama yang cukup eksotis, yaitu ayam tangkap.Wah, ketika sampai di restoran yang katanya menu khas Aceh Rayeuk atau Aceh besar ini, saya mulai membayangkan mengejar ayam untuk ditangkap dan dinikmati. Setelah disajikan, ternyata ayam tangkap ini memang mesti kita cari-cari dulu, karena dagingnya banyak tersembunyi di balik dedaunan. Tetapi rasanya cukup lezat dan nikmat.Setelah di siang hari menikmati ayam tangkap, tentunya masih ada lagi kuliner Aceh yang cukup terkenal dan enak dimakan hangat, tentunya lebih mantap kalau disantap di malam hari.Siapa yang tidak kenal Mie Aceh yang bisa dinikmati sekarang di penjuru Nusantara? Kali ini saya berkunjung ke tempat asal muasal mie yang lezat ini. Nama restorannya Mie Aceh Simpang Lima, karena memang terletak tidak jauh dari salah satu persimpangan di Kota Banda Aceh.Menurut informasi yang ada di resto ini, Mie Aceh diciptakan sejak tahun 1.961 dan dibuat dengan resep rempah-rempah khas Aceh yang nendang di lidah. Bukan itu saja, teknik pengolahan bumbu rahasia yang berasal dari India dan Cina juga digunakan dalam menggodok mie Aceh ini. Tidak mengherankan kalau di setiap restoran atau warung Aceh, pasti selalu ada menu mie Aceh.Kopi, ayam tangkap, dan mie Aceh sudah saya cicipi kelezatannya. Keesokan paginya di resto hotel masih ada lagi beberapa menu makanan khas Aceh yang juga tidak kalah lezatnya. Yang pertama adalah tahu campur Aceh,Β yang bahannya selain tahu tentu saja dicampur dengan berbagai jenis sayuran seperti tauge, selada, mentimun, dan lengkap dengan bumbu kacang serta taburan emping yang jos rasanya.Kuliner Aceh terakhir yang sempat saya coba dalam kunjungan singkat di Banda Aceh kali ini adalah bubur kanji daging. Makanan ini lebih cocokΒ dihidangkan hangat sebagai menu utama untuk sarapan pagi.Sekilas terlihat seperti bubur ayam, namun warnanya agak sedikit kecoklatan, lengkap dengan potongan kecil daging sapi serta dedaunan sebagai penyedap. Berbagai jenis kerupuk juga menjadi teman yang setia untuk menghiasi makanan pagi kita kali ini.Sekian ulasan singkat mengenai lima jenis kuliner khas yang wajib hukumnya dicoba pagi pembaca yang berkunjung ke Aceh. Selamat mencoba!












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun