Dahsyatnya Air Terjun Sirawe di Tanah Para Dewa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dahsyatnya Air Terjun Sirawe di Tanah Para Dewa

dilatata - detikTravel
Senin, 24 Mar 2014 14:50 WIB
Air Terjun Sirawe dari kejauhan
Tebing yang harus dituruni untuk mendekati air terjun
Air terjun super
Akhirnya sampai di sini
Dahsyatnya Air Terjun Sirawe di Tanah Para Dewa
Dahsyatnya Air Terjun Sirawe di Tanah Para Dewa
Dahsyatnya Air Terjun Sirawe di Tanah Para Dewa
Dahsyatnya Air Terjun Sirawe di Tanah Para Dewa
Jakarta - Mendengar kata Dieng, yang terpikir adalah tempat indah negeri para dewa. Dataran tertinggi di Pulau Jawa ini memang menawarkan keindahan bak surga. Salah satu surga yang tersembunyi di sini adalah Air Terjun Sirawe.Air terjun ini kami datangi dalam rangka pemetaan geologi lapangan yang mengharuskan kami mengambil data di wilayah tersebut. Kondisi jalan yang menurun tajam membuat kami berpikir ulang untuk membawa motor sampai ke bawah. Setelah melewati pemukiman penduduk, kami mengarah ke ladang penduduk setempat. Perjalanan terus menuruni lereng lembah perbukitan yang cukup curam.Dari awal perjalanan di ladang penduduk, jalur perjalanan berangsur-angsur menjadi semak belukar. Beberapa kali sempat hampir terjatuh karena terserempet sulur tanaman atau tanah yang longsor. Sudah tidak peduli lagi dengan kebersihan pakaian. Jalan pun sudah tidak tegak lagi, beberapa kali harus merangkak turun dengan pantat sebagai tumpuan.Selain semak belukar, jalur perjalanan juga melewati rimbunan pohon bambu kecil yang melingkup membentuk seperti gua. Kata porter setempat sih itu tempat biasanya babi hutan membuat sarang, gleek.Dari kejauhan sudah mulai terdengar gemericik air jatuhan dari air terjun. Tapi perjalanan baru separuh. Dengan sisa tenaga yang ada, akhirnya kami sampai di air terjun yang kami tuju. Subhanallah, indah nian ciptaan Tuhan. Guyuran air jatuh bebas dari ketinggian sekitar 40 meter, menembus di antara celah-celah batuan.Tebing kiri dan kanan air terjun diselimuti oleh lumut yang berwarna kehijauan. Sejenak lupa dengan tujuan awal menuju curug untuk mencari data geologi, kami puaskan diri untuk berfoto dengan latar keindahan ciptaannya yang luar biasa.Setelah semua data geologi yang diperlukan terkumpul, kami bersiap kembali ke atas. Untuk turun saja sudah susah, apalagi untuk naik. Dari air terjun menuju ke atas, harus melewati lereng yang terjal dan licin karena lumut ataupun tanah. Sempat kehilangan pijakan hingga merosot ke bawah. Untung banyak dibantu oleh teman yang lain sehingga dapat merangkak ke atas.Istirahat sebentar untuk makan siang, kami melanjutkan perjalanan kembali ke atas. Dengan jalur yang sama seperti waktu menuju ke bawah. Trek yang mendaki curam cukup menguras tenaga. Walaupun saya perempuan sendiri, tapi alhamdulillah saya bisa melewati tebing tersebut. Walaupun perjuangan berat dibutuhkan untuk mencapai air terjun tersebut, tapi sepadan dengan keindahan yang ditawarkan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads