Main ke Wahana Kekinian di TMII
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Main ke Wahana Kekinian di TMII

Bayu Fitri Hutami - detikTravel
Jumat, 29 Jan 2016 11:55 WIB
loading...
Bayu Fitri Hutami
Gerbang Taman Budaya Tionghoa
Monumen perjuangan laskar Tionghoa melawan VOC
Salah satu ruangan di dalam Museum Cheng Ho
Tampak luar wahana Among Putro
Main ke Wahana Kekinian di TMII
Main ke Wahana Kekinian di TMII
Main ke Wahana Kekinian di TMII
Main ke Wahana Kekinian di TMII
Jakarta - TMII punya wahana baru yang kekinian. Ada Taman Budaya Tionghoa dan Among Putro SkyWorld. Berkunjung ke sana pun rasanya seru sekali!Jalan-jalan adalah kegiatan yang menyenangkan bagi semua orang. Tidak terkecuali saya. Pada hari Minggu 24 Januari 2016 lalu, untuk pertama kali saya mendapatkan kesempatan jalan-jalan bareng komunitas d’Traveler. Suatu wadah bagi pencinta perjalanan wisata dengan nilai tambah mendapatkan pengetahuan keahlian tertentu.Salah satu pengetahuan tersebut adalah menulis hasil eksplorasi peserta terhadap destinasi wisata yang telah dikunjungi. Kegiatan dimulai jam 11.00 WIB dengan berkumpul di Musem Indonesia, TMII.Terdapat suatu ruangan atau aula di Museum Indonesia yang dapat digunakan untuk memberikan pengarahan kepada peserta, mengenai cara menulis artikel perjalanan wisata yang menarik. Penjelasan yang diberikan narasumber dapat membuka mata peserta terutama saya. Ternyata banyak hal yang bisa dijadikan bahan tulisan mengenai tempat wisata.Wisata itu tidak selalu harus berlokasi di suatu tempat yang berjarak jauh dari rumah kita. Secara tidak sadar sebenarnya banyak tempat-tempat menarik di sekeliling kita yang dapat dieksplorasi dan menjadi bahan tulisan perjalanan wisata.Dijelaskan lebih lanjut, ternyata wisata itu tidak melulu hanya memenuhi rasa ingin tahu atau kepo, kemudian diakhiri dengan foto-foto narsis lalu unggah foto ke media sosial dan setelah selesai pulang kerumah tanpa makna.Seusai mendengarkan penjelasan mengenai kiat menulis perjalanan wisata, para peserta diminta mengeksplorasi dua wahana baru yang ada di TMII. Peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok satu menuju wahana Among Putro atau SkyWorld dan kelompok dua menuju Taman Budaya Tionghoa.Saya kebetulan masuk kedalam kelompok dua. Peserta diajak menuju kedua wahana baru tersebut secara bergantian dengan naik mobil wisata. Sepanjang perjalanan menuju wahana baru, saya melihat banyak perubahan di TMII.Ingatan saya melayang 24 tahun yang lalu ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, itu pertama kalinya saya mengunjungi TMII. Waktu itu TMII masih sepi hanya ada wahana anjungan rumah adat dan belum banyak wahana edukasinya.Dan sekarang banyak sekali perubahan serba kekinian. TMII ternyata menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Banyak wahana baru dibangun dan wahana lama dipugar serta dilengkapi dengan fasilitas baru untuk memanjakan pengunjung.Wahana pertama yang kelompok saya kunjungi adalah Taman Budaya Tionghoa. Gerbang selamat datang dengan arsitektur khas Tionghoa akan menyambut pengunjung begitu sampai di wahana ini.Bagian pertama yang saya jajaki adalah Taman Dua Belas Shio. Di sini, saya melihat dua belas shio yang dikenal dalam budaya masyarakat Tionghoa berdasarkan tahun kelahiran manusia.Dua belas shio digambarkan dengan dua belas pose patung hewan berupa pahatan batu dilengkapi keterangan tahun kelahiran manusia di setiap patung hewan tersebut. Dengan penataan letak yang artistik ditambah tempat yang luas pengunjung bisa berfoto narsis disamping shio masing-masing.Β Selanjutnya saya melihat monumen perjuangan laskar Tionghoa yang menggambarkan perjuangan tokoh masyarakat Tionghoa, bersama tokoh masyarakat Jawa yang saling bahu membahu berperang melawan VOC.Setelah itu saya beranjak memasuki bangunan Museum Cheng Ho. Ini adalah museum peranakan Tionghoa yang merekam jejak peninggalan budaya dan adat istiadat masyarakat Tionghoa. Di pintu utama pengunjung disambut dengan dua patung barongsai.Selanjutnya terdapat ruangan-ruangan yang memajang berbagai macam adat istiadat Tionghoa seperti, pakaian, batik peranakan yang dikenal dengan batik pesisir seperti batik Lasem dan batik Pekalongan, peralatan makan, perabotan antik, dan altar kecil ibadah masyarakat Tionghoa.Perjalanan saya berlanjut ke bangunan Museum Hakka Indonesia. Tampak luar gedung ini sangat artistik, unik dan keren, karena bangunannya berbentuk silinder atau tabung tanpa sudut serta terdiri dari tiga lantai.Memasuki pintu utama pengunjung di sambut dengan pajangan tulisan empat ratus nama marga Tionghoa. Menurut penjaga museum yang kebetulan saya temui, terdapat marga nenek moyang Gus Dur, mantan Presiden Abdurrahman Wahid, di Museum ini.Hakka adalah suatu huruf. Arti dari Hakka adalah 'aku'. Huruf ini mencerminkan semangat juang tanpa rasa takut menghadapi halangan dan rintangan dalam kehidupan. Huruf Hakka yang berarti 'aku' simbol kekuatan. Ada tujuh ruang pamer didalam museum Hakka ini. Ketujuh ruang pamer tersebut menceritakan mulai dari sejarah kedatangan orang Tionghoa di kepulauan Nusantara sampai peranan orang Tionghoa di bidang perfilman, batik, dan kuliner.Β Setelah berkeliling di dalam museum Hakka, saya berjalan keluar dan melewati bangunan Wisma Budaya Marga Zhou. Sayangnya saya tidak sempat mengeksplorasi karena keterbatasan waktu.Tiba saatnya kelompok kami beranjak menuju wahana berikutnya yaitu Among Putro atau SkyWorld. Dengan menumpang mobil wisata atau shuttle car kelompok kami tiba di Among Putro.Kata Among Putro mempunyai arti 'ngemong' bahasa Jawa atau 'mengasuh' dalam bahasa Indonesia. Wahana Among Putro adalah wahana edukasi mengenai astronomi.Wahana Among Putro mengenalkan pengunjung dengan pengetahuan mengenai tata surya seisinya. Di wahana ini tersedia tiga ruangan. Ruang pertama adalah ruang pamer foto astronomi.Pengunjung akan dipandu seorang tutor yang akan menjelaskan keterangan setiap foto yang berkaitan dengan astronomi. Ruangan kedua adalah planetarium mini dimana pengunjung dapat melihat rangkaian planet,bintang serta tata surya seisinya secara real time atau nyata.Ruangan ketiga adalah ruangan foto tiga dimensi. Di sini pengunjung dapat berfoto menggunakan baju ruang angkasa dengan latar belakang ruang angkasa dan pesawat ulang alik.Sebagai tambahan informasi, wahana Among Putro sedang dalam tahapan rekonstruksi jadi fasilitas yang ada saat ini adalah sementara. Terdapat bangunan utama yang sedang dalam pengerjaan rekonstruksi yang akan melengkapi wahana Among Putro.Selesai mengeksplor kedua wahana baru, kami semua peserta berkumpul kembali di gedung perpustakaan untuk acara penutup. Kegiatan penutup dimulai dengan penyampaian kesan-kesan peserta selama mengikuti acara d’Traveler, serta pembagian doorprize dengan syarat membuat pantun yang menarik.Demikian cerita jalan-jalan akhir pekan saya yang berkesan dengan komunitas d’Traveler. Cerita saya tutup dengan pantun:Pergi piknik ke KintamaniPulangnya jangan lupa beli jeruk BaliJalan-jalan ke Taman MiniHati senang ingin datang lagi
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads