Panjang Perjalanan Seru dari Sumbawa ke Amsterdam
Minggu, 06 Des 2015 10:23 WIB
Mustika Sari Virginia
Jakarta - Dari Sumbawa ke Lombok lalu ke Jakarta dan akhirnya ke Amsterdam. Perjalanan panjang yang melelahkan namun ternyata tak kalah seru untuk dijalani.Bingung antara senang, deg-degan atau takut. Intinya saya terlalu excited ketika akhirnya kami memutuskan untuk berangkat Hari Jumat, 30 Oktober 2015. Sayapun mulai menulis ini ketika baru saja lepas landas dari Jakarta menuju Amsterdam dengan jarak baru 427 km jauhnya, tepatnya masih berada di langit Sumatera.Bangun di pagi hari di kamar kami yang hanya dua lantai di Sumbawa, tepatnya di Kecamatan Brang Biji, Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat. Seperti biasa, salat subuh dan semua masih dengan rencana tak pasti apakah kita akan berangkat ke Negeri Londo di hari ini. Tapi intinya, kita harus sampai di Jakarta terlebih dahulu. Kondisi alam di NTB sedang terganggu karena letusan Anak Gunung Rinjani, kami telah membuat berbagai macam plan kalau-kalau tak bisa berangkat naik pesawat pada hari ini untuk keluar dari Sumbawa. Tapi takdir menjawab, bahwa cuaca pagi ini cukup baik dan sampai siang juga cukup baik yang memungkinkan untuk pesawat tinggal landas dari Bandara Brang Biji.Jarak ke airport hanya 1 kilometer. Saya sudah ikut ke bandara, karena Uda (suami saya) masih mengurus semua urusan pekerjaan dan tetap dilanjutkan setelah salat Jumat sampai pesawat mau berangkat. Tak lama kemudian pesawat ATR yang akan membawa kita ke Lombok landing di Sumbawa. Kita boarding paling terakhir, karena kita memilih kursi paling belakang di Pesawat ATR 72-600 ini. Kita duduk di paling belakang karena kita akan short connecting ke flight selanjutnya tujuan Jakarta, yang intinya kita harus super cepat saat turun di Lombok, biar tidak ketinggalan pesawat ke Jakarta.Biasanya di atas flight ini terasa cepat, cuma karena kita emang gak sabar jadilah lama. Untungnya kru kabin mengajak ngobrol. Seperti biasa, naik pesawat ATR bikin kepala pusing dan pengen muntah, apalagi duduk paling belakang.Landing di Lombok, kami langsung turun pesawat paling pertama. Jalan super cepat ke bagian check-in counter lalu naik lagi ke atas ke departure hall. Langsung boarding! Rasanya adem banget di dalam pesawat yang lebih besar dibanding ATR tadi.Kita landing di Jakarta sekitar jam 15.30 WIB. Kami memutuskan gak keluar lagi dari bandara, karena waktunya mepet banget. Kami menunggu di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pokoknya kita udah check-in dulu dan print boarding pass habis itu kita keluar lagi ke public area buat meet up sama beberapa fans kita.Tepatnya sambil nunggu flight, Nisa dan Acit datang mengantar Gopro yang mau kami pinjam, dan wintercoat yang juga pinjaman dari adek Icha (kita kembar loh), dan power bank juga minjem sm Nisa! Oh my.. gak modal alias gak ada waktu lagi buat nyari, haha. Kemudian agak sore setelah Magrib, Bunda, Adek Alika juga Mba Ipah datang nganter tas gamblok yang ada di rumah (si uda mau tuker tas nya), disusul Ucup yang juga nganterin kita sampe mau boarding. Finally kami akan melanjutkan penerbangan kami ke Amsterdam malem ini!Jam 10 malam kita berdua masuk ke boarding room. Imigrasinya gak terlalu ramai, tapi pas di security check sebelum gate lumayan ramai. Kaki rasanya enteng, sebentar lagi kita naik pesawat 14 jam ke Amsterdam. Padahal punggung udah lumayan pegel bawa tas, karena kita gak pakai bagasi. Saya sempat salat isya dulu di boarding roomnya. Selesai salat, sudah mulai di announce sayapun buru-buru lari dari mushala. Ruang tunggunya penuh! Saya jadi tegang sampai sakit perut, karena saya sudah lihat si pesawat nangkring dengan gagah siap terbang ke Amsterdam! Saya memutuskan ngeluarin coat dari tas, buat jaga-jaga takut kedinginan di pesawat nanti.Proses boarding pun dimulai, satu persatu penumpang naik ke pesawat sesuai urutan kursinya. Kita urutan belakang, karena emang sesuai boarding pass nya, kita ada di bangku nomor 26K dan 26J.Finally, kita naik dan pesawat siap mundur untuk meluncur terbang ke Eropa! Dua jam setelah take off, kami dihidangkan makan malam. Setelah makan malam, kami tidur, yaitu sekitar jam 1 malam (waktu Jakarta).Kita sudah terbang selama lebih dari 13 jam, waktu sudah menunjukkan jam 7 pagi dan tidak ada perbedaan waktu di Amsterdam saat ini, karena kita sudah ada di atas Jerman. Kita berhasil "mundur" selama 6 jam lamanya. Ya, saat ini Jakarta sudah jam 1 siang di hari yang sama. Tepatnya kita sudah 24 jam lamanya total terbang dari Sumbawa ke Amsterdam. Menempuh gelapnya malam selama total 17.5 jam. Menurut kami ini luar biasa, karena ini pengalaman pertama bagi kami berdua. Kita akan sampai di Schipol Airport kurang dari 1 jam lagi!Sebelum landing, saya sikat gigi dan benerin jilbab yang udah acak-acakan. Pakai sepatu lagi dan rapihin semua barang! Termasuk mencabut power bank yang udah penuh di charge selama penerbangan. Pesawat kita pun landing dan sandar di samping pesawat milik Belanda. Ahh gak kebayang happy-nya!












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib