Ternyata Bangka Punya Danau Kaolin Seperti di Belitung
Kamis, 10 Sep 2015 10:50 WIB
Darwance Law
Jakarta - Liburan ke Belitung, tidak sedikit traveler yang singgah ke Danau Kaolin. Tapi selain di Belitung, danau serupa juga dapat dijumpai di Pulau Bangka. Keindahan danaunya juga tidak kalah.Meledaknya film 'Laskar Pelangi' ternyata tak hanya berdampak positif terhadap perkembangan pariwisata Pulau Belitung yang menjadi setting film inspiratif itu. Saudara kandung Pulau Belitung, yakni Pulau Bangka, mengalami hal yang sama. Akibatnya sejumlah destinasi wisata mulai dikembangkan lalu dikenalkan ke wisatawan, tak terkecuali lahan bekas galian tambang timah yang bertebaran mengaga lebar di pulau penghasil timah ini. Salah satu yang sedang ramai dikunjungi wisatan adalah Camoi Aek Biru. Sebagaimana namanya, air di danau mini ini berwarna biru memukau.Camoi Aek Biru berada di Desa Air Bara, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jaraknya sekitar 50 kilometer dari Pangkalpinang atau sekitar 1 jam perjalanan normal. Untuk mencapai lokasi ini pun cukup mudah. Beberapa meter sebelum memasuki pemukiman warga di Desa Air Bara, berbelok ke arah barat pada sebuah perempatan (atau dikenal dengan sebutan Simpang Bemban oleh masyarakat lokal). Beberapa ratus meter kemudian di sebelah kiri jalan, langsung Anda bisa menikmati kilauan yang memukau dari pancaran biru bak langit yang jatuh ke bumi. Itulah Camoi Aek Biru, bekas galian tambang timah yang kini menarik banyak wisatawan untuk datang bertandang.Sebagaimana namanya, danau mini ini merupakan sebuah camoi, yakni lubang (oleh masyarakat Pulau Bangka sering disebut kolong) bekas galian tambang timah yang sudah tak lagi terpakai. Pertambangan timah di Pulau Bangka memang menyisakan persoalan yang tak berujung, salah satunya adalah bertebarannya lubang bekas galian yang menyerupai danau-danau kecil, bertebaran di hampir setiap sudut Pulau Bangka. Hanya saja, sebagian dari kolong-kolong itu menyajikan pemandangan yang menarik (walaupun sebetulnya ini adalah kerusakan alam).Pemandangan yang sungguh indah bila dimasukkan ke dalam lensa kamera, salah satunya adalah Camoi Aek Biru ini. Air Biru sendiri berasal dari kata air dan biru. Oleh logat orang Melayu setempat, kata air berubah menjadi aek (logat Melayu Bangka bagian selatan).Akhir-akhir ini, Camoi Aek Biru mulai terkenal sebagai destinasi wisata baru di Pulau Bangka. Hampir setiap akhir pekan, tempat ini selalu ramai oleh wisatawan yang penasaran akan pesona airnya yang biru tak lazim, yakni biru menyala yang terus bersinar menyilaukan mata. Penasaran, suatu hari bersama beberapa orang teman, yakni Hermansah, Agung Pratama dan Munawir, kami mengunjungi tempat ini, berangkat dari Pangkalpinang. Satu jam kemudian, datanglah kami ke lokasi yang mulai ramai oleh wisatawan yang datang.Sayangnya banyak wisatawan yang langsung menceburkan diri ke dalam kawah camoi. Selain kandungan yang mungkin berbahaya dan tak baik untuk kesehatan, fenomena ini dikhawatirkan akan merusak keelokan Camoi Aek Biru di kemudian hari. Oleh sebab itu, ada baiknya pemerintah daerah setempat menjaga destinasi potensial ini dengan memasang pagar yang terbuat dari kayu untuk menghindari terjatuhnya wisatawan ke dalam camoi. Selain itu, agar air camoi yang biru itu tetap terjaga, sebaiknya dipasang papan peringatan yang melarang wisatan untuk mandi di camoi ini. Ini sekadar saran, agar destinasi yang membuat saya terkagum-kagum ini tetap terjaga dan bertahan lama. Setuju? Yuk, liburan ke Pulau Bangka.












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong