Mau Irit Budget Keliling Eropa, Naik Bus Saja!
Senin, 14 Sep 2015 14:50 WIB
Sisilia Ita
Jakarta - Keliling Eropa dengan budget irit tampaknya menjadi impian traveler. Agar budget bisa lebih irit, traveler bisa memotong pengeluaran transportasi dengan naik bus. Rasanya tak kalah nyaman dengan moda transportasi lain lho.Sudah pasti kita semua sudah bisa membayangkan bagaimana baik dan bagusnya sistem transportasi di Eropa. Banyak pilihan dan terintegrasi dengan baik. Sebagai mahasiswa, penerima beasiswa pula, tentu saja urusan traveling harus dicermati seirit mungkin.Begitu pula dengan urusan transportasi. Saya pun memilih untuk bepergian naik bus untuk trip dari Polandia sampai Latvia. Naik bus memang lebih lama, tapi irit dan nyaman.Tinggal di Jerman memang menawarkan banyak pilihan bus antar kota dan antar negara dengan harga yang cukup murah. Dan karena jalan raya di sini juga bagus, maka tidak heran waktu tempuh naik bus tidak jauh berbeda dengan menggunakan kereta.Untuk trip saya ini, rutenya adalah Berlin (Jerman)-Warsawa (Polandia)-Vilnius (Lithuania)-Riga (Latvia). Selama 7 hari traveling, total 40 jam saya habiskan di dalam bus. Perjalanan Berlin-Warsawa ditempuh selama 8 jam, Warsawa-Vilnius 9 jam, Vilnius-Riga 4 jam dan Riga-Berlin 18 jam. Tapi jangan bayangkan kondisi perjalanan seperti menggunakan bus rute pantura atau pantai selatan, di sini sangat berbeda.Pertama, kondisi bus sangat baik, bersih dan fasilitasnya cukup lengkap seperti WiFi dan stop kontak. Bahkan di beberapa rute terdapat sarana hiburan berupa layar sentuh berisi musik, film dan game. Untuk rute terjauh, ada juga layanan penjualan makanan dan minuman di dalam bus. Kedua, kondisi jalan sangat baik dan mulus. Tentu saja ini sudah jadi hal yang wajar di Eropa. Tapi ini juga yang membuat saya yakin dan mantap untuk memilih bus ketimbang kereta (terutama di Jerman). Jika pilihan ini harus dibuat di Indonesia, saya lebih memilih kereta.Ketiga, harganya tergolong murah. Walaupun beberapa maskapai pesawat di Eropa banyak menawarkan paket promo, jika dihitung-hitung kadang total biaya yang dikeluarkan lebih mahal dengan menggunakan pesawat. Saya sendiri karena punya banyak waktu untuk traveling, sehingga urusan waktu di perjalanan bukan pertimbangan utama.Beberapa provider bus sering pula mengadakan promo-promo tiket, biasanya promo untuk first customer, bahkan ada yang menawarkan harga tiket hanya 3 Euro (Rp 48 ribu). Benar-benar cocok untuk budget traveler. Cara booking pun simple, hanya dengan online booking, bayar dengan kartu kredit dan tiket akan langsung dikirim ke email.Keempat, aman dan nyaman. Dengan kondisi bus yang prima dan fasilitas yang baik, perjalanan berjam-jam rasanya masih bisa dinikmati. Nyaman pula karena biasanya pemberhentian terakhir di negara tujuan terletak dekat dengan pusat kota.Sehingga berjalan kaki saja cukup untuk bisa mencapai hostel atau pusat kota untuk langsung jalan-jalan. Keamanan juga terasa karena di Eropa tidak ada namanya istilah kebut-kebutan atau kejar setoran.Selama perjalanan menggunakan bus, kecepatan bus rasanya tidak pernah lebih dari 100km/jam, malah bisa kurang dari itu. Supir bus sangat hati-hati dan menaati peraturan lalu lintas. Beberapa kali juga bus akan berhenti agar penumpang dan sang supir bisa beristirahat 10-15 menit.Untuk rute Riga-Berlin sendiri, ada 3 supir sehingga mereka bisa bergantian melakukan tugas. Jadi, kombinasi ini semua yang menjadikan perjalanan menggunakan bus lebih aman dan nyaman, tidak kalah dengan kereta. Terlepas dari semua alasan itu, pilihan orang untuk melakukan traveling dan menikmati perjalanan tentu berbeda. Bagi sebagian orang, waktu adalah hal yang utama, tapi yang lain memilih uang.Saya sendiri mencoba untuk menikmati setiap pengalaman dari moda transportasi yang digunakan. Dan semua rasanya menyenangkan jika dinikmati dengan santai.












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara