Wah! Pasuruan Juga Punya Masjid Cheng Hoo
Sabtu, 30 Mei 2015 14:25 WIB
Fajr Muchtar
Jakarta - Jika Anda melakukan perjalanan darat dari Malang menuju Surabaya atau sebaliknya, cobalah mampir ke Pasuruan. Di sini ada Masjid Cheng Hoo yang berarsitektur Tiongkok dan Jawa, mirip dengan yang ada di Surabaya.Rupanya, Masjid Cheng Hoo tak hanya ada di Kota Surabaya. Jika sedang melakukan perjalanan dari Malang ke Surabaya, cobalah mampir ke Masjid Cheng Hoo yang ada di Pandaan, Pasuruan. Hal itulah yang saya lakukan saat di sela-sela kunjungan wisata ke Jawa Timur.Supir yang sekaligus menjadi pemandu wisata menyarankan untuk salat maghrib di masjid ini. Dia bilang, "Mending nanti salatnya di masjid yang unik. Jadi bisa sekalian menikmati keindahannya."Saat mobil masuk ke pelataran parkir yang luas, saya betul-betul terpana. Bangunan mesjid ini sangat berbeda dengan mesjid lainnya. Jika mesjid lain gayanya ke-arab-araban, mesjid ini bergaya Tiongkok.Warnanya juga sangat berani, merah menyala dipadu dengan warna hijau dan kuning keemasan, mengingatkan kita pada kelenteng. Konon mesjid ini adalah kembaran dari mesjid sejenis yang berada di Surabaya.Keunikan mesjid Cheng Hoo ini terlihat juga dari padu padan budaya Tiongkok dengan Jawa. Salah satu persamaan dari unsur China dan Jawa adalah pada atap Joglo dan ornamen-ornamen yang terlihat pada tepian atap. Motif-motif Tiongkok berwarna kuning keemasan menjadi nuansa tersendiri saat memasuki mesjid ini.Mesjid ini dinamai Mohammad Cheng Hoo yang merupakan laksamana terkenal asal Tiongkok yang melakukan ekspedisi bersejarah pada 1404-1443. Saat ekspedisi itu, Cheng Hoo alias Zheng He alias Sam Pok Kong waktu itu memimpin sedikitnya 300 kapal dengan 27 ribu pelaut ke Asia Selatan, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika. Perjalanan itupun dimanfaatkan oleh Muhammad Cheng Hoo untuk menyebarkan agama Islam kepada penduduk setempat.Pengaruh dari laksamana ini melampaui batas-batas agama. Laksamana Cheng Hoo sangat dihormati, bukan saja oleh muslim Tionghoa, tapi warga Tionghoa umumnya. Namanya kemudian diabadikan di mesjid ini.Mesjid seluas 50x50 m itu mulai dibangun pada tahun 2003. Masjid bertingkat dua ini memiliki beberapa fasilitas pendukung seperti perpustakaan dan aula sebagai tempat berlangsungnya even-even keagamaan seperti akad nikah, belajar mengaji, dan sebagainya.Restoran, berbagai kios menjual aneka souvenir dan makanan juga dapat ditemui di mesjid unik ini. Pembangunan mesjid selesai dan diresmikan pada tanggal 27 Juni 2008 oleh Bupati Pasuruan yang pada saat itu, H.Jusbakir Aldjufri, SH. MM.Mengunjungi Mesjid Cheng Hoo di Pandaan ini menjadi pengalaman yang tak bisa saya lupakan. Letaknya yang sangat starategis dan tidak jauh dari terminal Pandaan juga membuat mesjid sangat mudah dijangkau.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru