4 Hari Liburan Seru di Tanah Batak
Niken Asih Mumpuni - detikTravel
Minggu, 28 Jun 2015 11:23 WIB
Jakarta - Banyak destinasi indah di Sumatera Utara. Tanah Batak memiliki banyak tempat wisata yang menakjubkan dan cantik untuk liburan akhir pekan. Dari Toba, Berastagi sampai Medan, perjalanan panjang dibayar dengan keindahan.Perjalanan saya kali ini ke Provinsi Sumatera Utara, lebih tepatnya Medan dan sekitarnya. Ini kali kedua saya ke Medan, tujuan saya mengeksplore alam dan budaya.Pertama-tama, sampai Bandara Kuala Namu rasanya sungguh terkesan, karena bagus sekali bandara ini dan juga sangat luas. Karena hari sudah malam jadi saya istirahat di rumah kerabat.Besok pagi, destinasi pertama jatuh ke Taman Lumbini yang terletak di Berastagi. Udaranya sejuk sekali, di dalam taman ini terdapat replika Pagoda Shwedagon yang ada di Myanmar. Sekadar info, masuk ke taman ini gratis. Namun ada peraturan kalau di dalam kuil ini tidak boleh berisik. Di dalam, kita bisa bebas foto-foto.Selesai dari Taman Lumbini kita ke Air Terjun Sipiso-piso. Wah amazing! Saya menuruni anak tangga yang tinggi sekali. Dari jauh juga kelihatan Danau Toba. Keren!Sungguh lelah sekali naik turun tangga Air Terjun Sipiso-piso ini. Tapi itu terbayar dengan sama kerennya pemandangan. Pulang dari Sipiso-piso tak lupa mampir ke Pasar Berastagi. Di sana banyak buah, dan saya nggak mau ketinggalan buah markisa asli Medan. Hmmm... asamnya, karena kalau yang manis itu dalam wujud sirup. Tak lupa saya foto-foto sekitar pasar.Hari kedua, destinasi saya selanjutnya adalah Danau Toba. Perjalanannya jauh sekali dari malam hari bertemu pagi. Sayang, saya tak bisa melihat sunrise karena tertutup kabut. Saya lihat pemandangan indah Danau Toba dari Menara Pandang Tele.Selanjutnya saya turun menuju bawah Danau toba, tepatnya di Pasir Putih dan bermain banana boat. Byur! Langsung nyemplung deh. Enak sekali airnya tenang dan benar-benar seruu. Menjelang siang perjalanan saya dilanjutkan ke Wisata Patung Sigale-gale daerah Tomok, Pulau Samosir.Di sana saya melihat atraksi patung Sigale-gale yang bisa menari diiringi tarian khas Tor-tor bersama pengunjung lainnya. Tarian ini disajikan oleh warga di sana yang memang sengaja menyambut pengunjung. Setelah tarian selesai, kami mendengarkan cerita rakyat yang disampaikan pemandu wisata.Dia menceritakan sejarah awal patung Sigale-gale, sejarah Batak, berbagai jenis suku di sana. Kita jadi tambah pengetahuan. Ternyata patung Sigale-gale itu dibuat untuk menghibur raja yang telah kehilangan putera kesayangannya, dan patung Sigale-gale ini bisa menari sendiri karena sudah dipengaruhi aura mistis di zamannya terdahulu.Pemandu juga menjelaskan arti rumah adat batak. Simbol-simbol dari pahatan kayu rumahnya juga ada artinya lho, teman. Intinya warga Batak sangat menghargai pernikahan, pasangannya dan bersifat setia.Hari ketiga, destinasi saya adalah kelililng Kota Medan. Saya keliling mengendarai mobil, dari mengunjungi Istana Maimun, sayang saya nggak bisa masuk ke dalam, karena sedang ada acara pernikahan. Selanjutnya keliling kampus HKBP Nomensen dan nggak mau kalah wisata kuliner.Saya nggak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk menjajal Mie Aceh Titi Bobrok. Sangat direkomendasikan banget deh, saya coba Mie Aceh Kepiting. Agak repot kupas kepitingnya tapi yummy banget dan lezat.Ada juga yang terkenal yaitu Es Krim Fountain, letaknya di salah satu mal di Kota Medan. Selanjutnya saatnya berburu oleh-oleh. Ada Bolu Meranti, Bika Ambon Zulaikha, dan nggak ketinggalan Pancake Duren Bang Ucok. Tapi sayang sekali berhubung sedang tidak musim durian, saya nggak kebagian durennya karena stock sedikit dan sudah pesanan orang.Sekedar info ya teman, nggak lengkap kalau ke Medan tanpa ke Bang Ucok. Kita harus tahu musim durian di Medan yaitu sekitar pertengahan tahun, akhir dan awal tahun. Tapi tetap saja saya mencoba duren di pinggir jalan dan nongkrong sampai malam. Namanya juga anak muda ya.Hari keempat adalah hari yang sangat sedih, karena harus meninggalkan Kota Medan. Tapi saya tetap harus mencoba kereta cepat untuk ke bandara. Akhirnya saya mencoba keretanya, ekslusif banget, keren, bagus dan cepat banget cuma setengah jam sampai dari Stasiun Medan. Petugasnya pun ramah dan ganteng.Wah, tiba di bandara hati pun makin sedih karena harus meninggalkan Kota Medan yang sangat berkesan. Medan, I love so muchh. Saya akan kembali...
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
DPR Beberkan Biang Keladi Harga Tiket Pesawat Domestik di Indonesia Mahal
Bukan Hanya Wisatawan, Menkes Juga Merasa Berat Bayar Tiket Pesawat
Terpopuler: Biang Keladi Harga Tiket Pesawat Domestik di Indonesia Mahal