Hening Burj Khalifa
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hening Burj Khalifa

Bonauli - detikTravel
Senin, 02 Mar 2026 03:31 WIB
Drone milik Iran hampir menghantam gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa.
Drone milik Iran hampir menghantam gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa. (Dok. X @BRICSinfo)
Dubai -

Burj Khalifa, menara tertinggi dunia dan simbol gemerlap Dubai, kini terbungkus hening setelah evakuasi besar-besaran pada 28 Februari 2026. Aktivitas masih terbatas, meninggalkan kontras tajam dengan hiruk-pikuk wisatawan biasanya.

Dikutip dari Turkiye Today, Minggu (1/3/2026), otorita UEA secara resmi mengevakuasi semua orang dari gedung tertinggi dunia, Burj Khalifa, setelah serangan balasan rudal Iran.

Tim darurat mengosongkan menara setinggi 828 meter itu setelah sirene berbunyi di beberapa bagian kota dan warga melaporkan beberapa ledakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Yedioth Ahronoth, evakuasi itu menjadi salah satu langkah pencegahan paling nyata yang diambil Dubai sebagai bagian dari upaya keamanan yang lebih luas.

Burj Khalifa adalah salah satu landmark wisata yang paling banyak dikunjungi di Dubai. Setiap tahunnya, landmark ini menarik jutaan pengunjung untuk melihat dek observasi di lantai 124, 125, dan 148. Turis dapat menikmati pemandangan panorama kota dan Teluk Arab dari dek observasi.

ADVERTISEMENT

Saat ini, Burj Khalifa tidak sepenuhnya kosong. Aktivitas di dalamnya masih sangat terbatas dan belum kembali ke kondisi normal setelah evakuasi besar-besaran pada 28 Februari 2026. Kawasan yang tadinya ramai oleh hiruk-pikuk turis, kini sunyi senyap.

Meskipun sebagian besar penghuni dan pengunjung telah dipindahkan ke tempat perlindungan yang lebih aman sesuai protokol keamanan nasional, staf keamanan dan teknis tetap bersiaga di lokasi untuk memantau integritas struktur bangunan.

Berdasarkan arahan terbaru dari Dubai Media Office, akses publik menuju dek observasi dan area wisata lainnya kemungkinan besar masih ditangguhkan sebagai langkah preventif terhadap potensi ancaman serangan udara susulan di wilayah Teluk.

Pihak berwenang, termasuk Kementerian Pertahanan UEA, terus melakukan penyisiran dan memastikan zona Downtown Dubai aman sebelum mengizinkan operasional penuh kembali.

Kendati gedung ikonik itu tidak mengalami kerusakan struktural akibat serangan rudal yang berhasil diblokir, kawasan di sekitarnya tetap dalam pengawasan ketat. Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti instruksi resmi melalui saluran komunikasi pemerintah.

Kementerian Pertahanan UEA mengatakan pertahanan udaranya mencegat rudal Iran yang menargetkan Abu Dhabi, tetapi puing-puing dari salah satu proyektil yang dicegat jatuh di daerah pemukiman di ibu kota, menewaskan seorang warga sipil berkebangsaan Asia.

Beberapa jam kemudian, kementerian tersebut mengatakan telah mencegat gelombang rudal kedua dan menambahkan bahwa tidak ada korban luka yang dilaporkan di lokasi yang terkena dampak.

Ledakan terdengar di Dubai ketika Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan telah menargetkan Pangkalan Udara Al-Dhafra di UEA, bersama dengan pangkalan yang terkait dengan AS di Qatar, Kuwait, dan Bahrain.

Semua penerbangan di seluruh wilayah tersebut ditangguhkan, karena penutupan wilayah udara Teluk menyebabkan maskapai penerbangan tidak dapat beroperasi dan memaksa pembatalan dan pengalihan rute sebagai respons terhadap peningkatan risiko keamanan.




(bnl/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads