Air Terjun Moramo, Serunya My Trip My Adventure Bareng Nadine
Jumat, 21 Nov 2014 15:30 WIB
Indra Adhy Wijaya
Jakarta - Di Kota Kendari ada air terjun pemikat hati wisatawan yang bernama Air Terjun Moramo. Inilah kisah petualangan seru bersama My Trip My Adventure bersama Nadine Chandrawinata dan Deni Sumargo.Kendari merupakan Ibukota dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Kota ini memiliki daratan yang berbukit dan dilewati oleh sungai yang bermuara ke Teluk Kendari, selain itu juga Kendari punya air terjun yang berbukit-bukit terbentuk sudah ribuan tahun lalu.Saya mengunjungi Kendari setelah mendapatkan kesempatan menjadi salah satu pemenang dalam event yang diselenggarakan oleh Advan, menjadi Co Host dalam acara My Trip My Adventure. Kali ini, My Trip My Adventure bersama Nadine Chandrawinata dan Deni Sumargo akan menjelajah Kota Kendari.Pertama kali mendengar bahwa saya akan traveling ke Kendari, saya teringat pada Air Terjun Moramo yang tersohor dari kota itu. Bentuknya yang bertingkat-tingkat membuat air terjun ini memiliki daya pikat dan keunikan sendiri.Setibanya di Kendari, kami berjalan-jalan menuju Teluk Kendari. Waktu setempat menunjukkan pukul 16.00 WITA, saat yang tepat untuk menunggu matahari terbenam di Teluk Kendari. Teluk Kendari tepat berada di pinggiran jalanan umum, banyak warga yang memadati Teluk Kendari ini untuk sekedar bermain-main.Esok harinya, kami bersiap-siap menuju Air Terjun Moramo. Air Terjun Moramo ini berlokasi di kawasan Suaka Alam Tanjung Peropa, Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo. Perjalanan menuju Air Terjun Moramo kurang lebih selama 1,5 jam dari Kota Kendari.Karena perjalanan saya bersama dengan My Trip My Adventure, maka mobil yang digunakan pun juga bernuansa adventure. Walaupun sebenarnya dengan mobil pribadi biasa pun dapat digunakan. Tidak ada mobil angkutan umum menuju kawasan ke Air Terjun Moramo, jadi sebaiknya menggunakan mobil sewaan.Sepanjang perjalanan kami disuguhi dengan perbukitan yang gersang, nampak beberapa pepohonan yang kering ditambah dengan teriknya matahari pada siang hari. Tidak sedikit juga terdapat beberapa pemukiman warga, siang itu banyak sekali anak-anak yang baru pulang dari sekolahnya.Tanpa terasa kami sudah memasuki kawasan Desa Sumber Sari. Jalanan yang semula kami lewati beraspal hingga jalanan mulai mengecil dan berbatuan. Sesampainya di lokasi kawasan suaka, kami pun bergegas untuk memulai tracking. Kurang lebih 2 km dari kami memarkirkan kendaraan untuk berjalan menuju Air Terjun Moramo.Bentangan pohon-pohon hutan hujan tropis menemani perjalanan kami menuju Air Terjun Moramo. Terdapat juga beberapa mata air yang memancar, membuat saya semakin tidak sabar untuk menceburkan badan saya ke pancaran air tersebut.Semakin kami berjalan mengikuti jalanan setapak, kami semakin mendengar riuhnya suara Air Terjun Moramo. Dan benar saja, kami telah sampai di Air Terjun Moramo. Inilah air terjun tersebut, sungguh sangat indah. Bentuknya yang berbukit-bukit membuat saya semakin terpikat dengan keindahannya.Air terjun ini terbentuk secara alami selama ribuan tahun. Menyejukkan mata memandang air mengalir deras pada batu granit yang tersusun secara bertingkat-tingkat menjatuhkan air jernih dari ketinggian 100 meter. Saya bersyukur melihat sendiri panorama keindahan Air Terjun Moramo. Kami pun memulai ritual kami, menceburkan dan bermain air layaknya anak-anak kecil.












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong