Libur Panjang di Singapura, Saatnya Narsis dan Belanja
Selasa, 15 Okt 2013 12:31 WIB
Lynnbunga
Jakarta - Liburan panjang di Singapura, saatnya mendatangi destinasi yang asyik untuk berfoto dan berbelanja. Singapura adalah negara tetangga yang ramah dikunjungi kapan pun itu. Tiga orang yang terdiri dari fotografer, traveler, dan shopper atau tukang jalan mengadakan liburan. Ketiganya narsis dan tripod tiba-tiba menjadi harta paling berharga.Pagi yang cerah di hari Minggu. Pukul 06.00 WIB pagi saya sudah bangun, packing dan mandi. Setelah memastikan tidak ada yang ketinggalan, saya pun memindahkan barang dari kamar ke ruang depan biar nanti kalau jemputan datang siap diangkut."Barangnya sedikit amat! Sampai ke Thailand lho," komentar Mbak Susi yang melihat ransel saya."Iya mbak, bajunya dikit, entar pasti belanja, hahaha." Memang tujuan utama saya adalah belanja. Jadi harus menyisakan banyak ruang buat belanjaan.Pukul 07.30 WIB jemputan datang. Saya, Yanto dan Mbak Susi berangkat ke Bandar Bintan Telani (BBT), Lagoi, Bintan untuk check in karena ferry berangkat pukul 08.30 WIB. Tiket Ferry untuk Lagoi-Singapura harganya SGD 45 (Rp 414.000) one way dan SGD 67 (Rp 617.000) return. Saya membeli tiket one way karena belum ada rencana yang pasti tanggal berapa kembali ke Lagoi.Di BBT saya bertemu salah satu teman yang juga mau ke Singapura. Mendengar saya mau ke Thailand sendirian, dia kaget dan bilang saya gila.Tepat pukul 08.30 WIB ferry berangkat dan sampai di Tanah Merah Ferry Terminal (TMFT) Singapura 45 menit kemudian. Antrean di imigrasi cukup panjang tapi tidak ada kesulitan. Setelah paspor kami bertiga selesai distempel, kami pun berjalan menuju halte bus di depan TMFT.Tujuan pertama adalah ke IKEA Tampines. Menunggu bus agak lama, bus nomer 35 pun datang. Kami naik dan turun di halte MRT Tanah Merah. Untuk sampai ke IKEA Tampines kami harus naik MRT dari Tanah Merah ke Changi dan turun di Tampines.Di Station Tampines kami turun dan makan di sebuah mall. Posisinya di sebelah kiri pintu EXIT Station Tampines. Kami makan sambil browsing bagaimana caranya ke IKEA. Hasilnya nihil, karena internet begitu lemot dan WiFi tidak ada.Selesai makan kami mencari halte bus terdekat karena seingat saya ada shuttle bus yang mengantar dari Station MRT Tampines ke IKEA. Gratis!Hampir satu jam kami putar-putar mencari halte dan tak ada satupun yang kelihatan. Apa kita keluar di pintu yang salah ya? Sedikit hopeless, capek angkut ransel yang berat, kami hanya berdiri di pinggir jalan memperhatikan orang-orang.Memberanikan diri bertanya ke salah satu perempuan yang jalan sendiri adalah langkah yang tepat, karena dia bukan henya memberikan petunjuk, bahkan mengantarkan kami ke halte. Baik sekali. Ternyata posisi halte berada di sisi satunya lagi. Dekat sekali tapi tak terlihat oleh kami. Sudah ada bus yang menunggu. Busnys besar dan sesak.30 menit kemudian bus berhenti di bangunan besar, ada tulisan Giant, IKEA. Kami pun turun, ternyata kami turun di Giant, bukan IKEA. Kami harus jalan melewati parkiran dan menyeberang jalan untuk sampai ke IKEA.Di dalam IKEA semua barang terlihat bagus. Furniture, stationery, pernak-pernik, bahkan lampu baca. Tapi karena uang yang tipis, saya hanya membeli satu pajangan multifungsi seharga SGD 7 (Rp 64.000).Kali ini jalan pulang kami benar. Menunggu shuttle bus di depan IKEA, turun di Station MRT Tanah Merah dan melanjutkan perjalanan ke Station MRT Ferrer Park. Hostel kami berada di Jalan Besar, dekat dengan Mustafa Center dan Little India, tapi lebih dekat dengan MRT Ferrer Park daripada Little India.Kami mencari pintu EXIT ke arah Mustafa Centre dan jalan yang agak jauh menuju hostel di Jalan Besar. Akhirnya sampai juga di Tresor Tavern Backpackers dan check in. Kamar kami berada di lantai 3, isinya 8 bunk bed. Kamarnya cukup bagus, tiap orang ada lampu baca dan tirai.Lockernya juga kuncinya pake kombinasi nomer, jadi kita tak perlu takut ketinggalan kunci. Tapi buat orang-orang yang pelupa risikonya besar. Saya paling suka area restroom, lucu! Harga untuk hostel yang ini saya lupa berapa, tapi kalau diubah ke rupiah menjadi Rp 320.000 untuk 2 malam per orang. Murah!Kami bertiga ketiduran sampai pukul 18.00 waktu lokal karena entah kenapa, sakit kepala kompak menyerang kami. Pukul 18.00 waktu setempat bangun tidur, sakit kepala sudah reda. Kami pun ke China Town. Ternyata untuk menuju MRT Ferrer Park dari Hostel bisa lewat City Square yang lebih dekat (EXIT I).Di Chinatown jalan-jalan sebentar, foto-foto, ke kuil Hindu yang ada di sana, foto-foto. Harusnya untuk kamera dikenakan biaya SGD 5 (Rp 46.000), tapi kami tidak membayar.Perut lapar, kami makan di area foodcourt. Kebetulan teman-teman saya muslim, tapi mencari makanan halal di sini tidak begitu sulit. Ada banyak penjual Melayu yang menjual makanan halal. Setelah makan, kami jalan-jalan sebentar dan pulang dengan MRT.Sampai di hostel langsung tidur karena kaki pegal, betis pegal, punggung pegal. Perjalanan dilanjutkan besok dengan tujuan Henderson Waves, Marina Bay.Pengeluaran hari pertama di Singapura: Ferry SGD 45 (Rp 414.000), Hostel Rp 320.000, Top up EZ-LINK SGD 10 (Rp 92.000), makan siang SGD 4.5 (Rp 36.800), makan malam SGD 7 (Rp 64.000).












































Komentar Terbanyak
Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah, Setuju?
KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, MTI: Momentum Perbaiki Perlintasan Kereta
AS Siapkan Paspor Edisi Khusus, Tampilkan Wajah Donald Trump