Perjalanan Penuh Tantangan Melihat Kawah Merapi
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Perjalanan Penuh Tantangan Melihat Kawah Merapi

Florentina Woro - detikTravel
Selasa, 04 Jun 2013 11:16 WIB
loading...
Florentina Woro
Sunrise di Pos 2 Merapi
Puncak Merapi dari Pasar Bubrah
Tanjakan batu terjal menuju puncak
Kawah Merapi yang Masih Aktif
Panoramic di 2965 mdpl
Perjalanan Penuh Tantangan Melihat Kawah Merapi
Perjalanan Penuh Tantangan Melihat Kawah Merapi
Perjalanan Penuh Tantangan Melihat Kawah Merapi
Perjalanan Penuh Tantangan Melihat Kawah Merapi
Perjalanan Penuh Tantangan Melihat Kawah Merapi
Jakarta - Merapi adalah salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia. Tapi, gunung setinggi 2965 mdpl ini masih cukup aman untuk didaki. Banyak tantangan untuk mencapai puncaknya. Tapi setelah itu, siap-siap terbius oleh pemandangan kawah yang dahsyat!Mendaki gunung berapi aktif adalah tantangan tersendiri. Itulah tujuan kami, Gunung Merapi di Jawa Tengah. Kami memilih Jalur Selo, Boyolali untuk jalur pendakian. Bisa dibilang, ini adalah pendakian santai.Pukul 15.00 WIB kami tiba di Selo, membeli persiapan logistik selama di atas. Pukul 17.00 WIB kami menuju Basecamp Baramuda dan bermalam di sana. Beristirahat kurang lebih 5 jam sebelum pemdakian.Tepat pukul 00.30 WIB pendakian dimulai. Bermodal cahaya senter dan headlamp, kami terus bergerak melewati perkebunan penduduk dan hutan pinus.Setelah berjalan 2 jam, akhirnya kami tiba di pos 1. Tidak berlama-lama di sana, kami melanjutkan perjalanan. Akar pohon dan tanah sudah tergantikan dengan batu-batu terjal, walaupun masih ada tanaman-tanaman besar. Ternyata kami sampai di Pos 2 lebih cepat dari perkiraan. Atas saran seorang teman, lebih baik kami tinggal di pos 2 sampai matahari terbit.Hal ini karena jika kami menunggu matahari terbit di Pasar Bubrah, udara di atas lebih dingin dan berangin. Pukul 05.00 WIB matahari mulai tampak, terlihat siluet Gunung Lawu di Timur, indah! Dari Pos 2 ke Pasar Bubrah memakan waktu kurang dari 1 jam. Ketika kami mau melanjutkan ke puncak, terlihat dari kejauhan bahwa di puncak Merapi cukup ramai. Ya, kami menunggu sekitar 1 jam di Pasar Bubrah sampai akhirnya memutuskan untuk naik.Medan berpasir disambung dengan bebatuan terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat, membuat kami menghabiskan waktu 1 jam untuk sampai puncak. Bisa dibilang perjalanan ini semi rock climbing karena harus memanjat batu-batuan terjal. Seru!Sesampainya di puncak, terlihat asap putih. Ya, kawah aktif! Kepulan asap putih tanpa henti persis di belakang kami ketika duduk di bibir kawah. Ada bagian kawah yang tampak jelas karena asap putih cukup tipis di bagian itu. Sekitar setengah jam kami berada di puncak, kemudian turun kembali ke Pasar Bubrah.Perjalanan turun jauh lebih cepat. Setelah menuruni bebatuan terjal, kita bisa "berseluncur" atau berlari di pasir. Salah satu teman berlari sampai bawah kurang dari 2 menit, mantap!Seperti itulah Merapi, menawarkan tantangan tersendiri bagi para pendaki. Jalur turun ke Selo ada jalur pintas yang disebut jalur Kartini, lumayanlah bisa menghemat waktu sekitar 1 jam. Tertarik dan tertantangkah untuk melihat kawah Merapi lebih dekat?
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads