Bukan Wisata Biasa di Lumpur Lapindo
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Bukan Wisata Biasa di Lumpur Lapindo

Anggi Agistia - detikTravel
Sabtu, 05 Jan 2013 10:40 WIB
loading...
Anggi Agistia
Selamat Datang di Lumpur Lapindo
Lumpur yang mengering
Atap bangunan yang terendam lumpur
Pabrik dan Tiang Listrik Terendam Lumpur
Bukan Wisata Biasa di Lumpur Lapindo
Bukan Wisata Biasa di Lumpur Lapindo
Bukan Wisata Biasa di Lumpur Lapindo
Bukan Wisata Biasa di Lumpur Lapindo
Jakarta - Beberapa tahun silam, Porong didera bencana yaitu keluarnya lumpur yang sampai menenggelamkan rumah dan sawah. Kini, kawasan tersebut malah jadi objek wisata yang tak biasa bagi para turis yang melancong ke Sidoarjo, Jatim.Agak aneh sih sebenarnya, ada yang janggal ketika saya pun akhirnya mengetikkan judul untuk cerita ini. Wisata Lumpur Lapindo. Iya, Lumpur Lapindo, tempat terjadinya bencana yang sangat dahsyat beberapa tahun silam. Itu terjadi akibat meluapnya lumpur dari dalam bumi yang menyebabkan tergenangnya banyak kawasan pemukiman penduduk, lahan pertanian dan kawasan perindustrian.Lumpur Lapindo ini terletak di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Lumpur masih terus menyembur, asap putih masih terlihat mengepul dari tempat saya melihat lokasi, yang katanya merupakan pusat semburan lumpur. Padahal dari tempat saya berdiri ke pusat asap itu terlihat sangat jauh, entah berapa kilometer jauhnya. Jadi bisa dibayangkan seberapa besar lokasi yang terendam lumpur tersebut. Ribuan rumah terendam lumpur, sawah, lokasi industri, mesjid dan lain sebagainya tak luput dari hantaman gunungan lumpur Lapindo.Saya sendiri melewati kawasan Lumpur Lapindo dari arah Sidoarjo saat hendak ke Malang. Seperti biasa, sekalian ke sini dan menghilangkan rasa penasaran saya minta untuk mampir sejenak kemari lalu melihat-lihat keadaan sekitar.Kesan pertama saat memasuki kawasan ini adalah takjub luar biasa. Sungguh kalau Tuhan sudah berkehendak tidak ada yang bisa melawan kuasanya. Hampir lebih dari 3 tahun desa-desa yang dulunya dihuni ribuan penduduk ini, sekarang berubah jadi lautan lumpur yang hampir seukuran rumah. Sejauh mata memandang pun, yang saya lihat hanya hamparan lumpur serta kepulan asap putih yang berasal dari pusat semburan lumpur.Tanggul-tanggul yang dibuat untuk mencegah lumpur tidak semakin meluas ukurannya hampir setinggi bukit. Bahkan saat saya melihat dari atas tanggul ke jalanan itu jaraknya hampir setara dengan ruko dua lantai yang ada di seberang jalan. Sedih rasanya melihat lokasi ini. Entah kenapa saya membayangkan, bagaimana perasaan saya jika saya yang terkena musibah seperti ini. Duh...Oya, untuk masuk ke wilayah Lumpur Lapindo ini, kita harus menyiapkan uang sejumlah Rp. 10.000,- karena di lokasi tersebut ada sejumlah 'penjaga'-nya. Jadi kesimpulannya, wisata Lumpur Lapindo ini bukan wisata biasa!Β 
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads