Wow! Asyiknya Dijamu Sultan Kacirebonan
Senin, 25 Jun 2012 13:25 WIB
Fitraya Ramadhanny
Jakarta - Cirebon mulai meretas jalan menjadi kota wisata budaya yang menawan. Bayangkan, sekarang ada paket wisata kunjungan di mana wisatawan dijamu Sultan Keraton Kacirebonan dan disuguhi tari-tarian yang menawan. Keren!detikTravel menyambangi Keraton Kacirebonan di Jl Pulasaren, Cirebon, Sabtu (23/6/2012). Saat itu, sultan menerima tamu rombongan wisatawan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI).Kraton Kacirebonan tidak sebesar Keraton Yogyakarta, namun keraton ini tetap mempesona. Tembok istana yang putih memantulkan teriknya matahari siang itu. Tapi, suasana panas langsung sirna begitu masuk ke dalam keraton.Dari gerbang keraton yang berwarna hijau, wisatawan disambut 4 penari. Kontras dengan di luar, suasana di dalam keraton begitu sejuk dan teduh berpayung sejumlah pohon mangga yang rimbun. Teras keraton yang lebar sudah diisi dengan belasan meja bundar.Yang menarik adalah sajian makanannya. Kuliner khas Cirebon sudah tersaji di sejumlah booth makanan, ada empal gentong, tahu gejrot, bahkan meja prasmanan pun isinya nasi jamblang. Tapi, tahan lapar Anda dulu. Acara belum dimulai.Tibalah saatnya sultan masuk, semua tamu diminta berdiri oleh abdi dalem keraton. Keraton Kacirebonan dipimpin oleh Sultan Abdul Gani Natadiningrat yang bertahta sejak 1997. Saya sempat menduga, sultan adalah pribadi yang serius dan formal. Dugaan itu sirna.Sebagai seorang raja, Sultan Abdul Gani tidak canggung menyambut para tamunya. Senyum mengembang dari pria yang berbeskap hitam ini. Dipersilakannya semua tamu untuk duduk, seolah tidak ada sekat antara raja dan mereka yang bukan raja. Sekarang saatnya masuk sajian utama.Para wisatawan disuguhi Tari Topeng Kelana, tarian tradisional asli Cirebon yang diakui oleh dunia sebagai sebuah masterpiece seni tari. Dengan karakter yang gagah, sang penari bergerak harmonis mengikuti gamelan. Oh ya, untuk yang belum tahu, topeng Cirebon dipakai dengan cara digigit, bukan diikat dengan karet atau tali.Tari topeng selesai, para tamu pun dipersilakan makan sajian khas Cirebon. Suasana makan berlangsung seru, apalagi untuk mereka yang belum pernah menikmati kuliner Kota Udang ini. Sultan tampak berbaur dengan para tamu dan terlibat perbincangan yang mengasyikan. Bahkan Sultan mengajak berfoto bersama."Baru nih kami menerima tamu wisatawan Indonesia, biasanya selalu orang bule," kata Bambang Sonjaya. Ucapan kerabat keraton yang menjadi pemandu acara ini, mengagetkan saya. Lagi-lagi wisman lebih tahu soal keindahan budaya Indonesia dibandingkan rakyat Indonesia. Menurut Bambang, kebanyakan rombongan tamu dibawa oleh kedubes masing-masing. Kegiatan ini sudah bermula sejak 1999.Dalam wawancara ekslusif detikTravel, Sultan Kacirebonan mengatakan ada upaya sungguh-sungguh merevitalisasi kebudayaan dan wisata di Cirebon. "Kita menjual seni, budaya agar orang melakukan traveling ke Cirebon dan pihak keraton pun membuka diri," kata Sultan Abdul Gani.Ada 4 keraton yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabonan. Semua bahu-membahu bersama pemkot dan masyarakat untuk menjadikan Cirebon sebagai destinasi menarik. Hasilnya pun kini mulai dirasakan."Akhirnya banyak wisatawan asing dan domestik yang datang. Trendnya naik. 40 Bus wisatawan sudah datang kesini hanya dalam waktu 2 bulan," ujar Sultan dengan senang.Nah jika Anda tertarik mendapatkan perjamuan dengan sultan, Bambang mengatakan keraton menerima kunjungan minimal 30 orang. Silakan hubungi biro perjalanan langganan Anda, atau sejumlah hotel besar yang ada di Cirebon. Mereka biasanya sudah tahu paket wisata kunjungan ke keraton ini dengan harganya masing-masing.












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru