Rhino Trip Ujung Kulon
Mengintip Tempat 'Spa' Badak di Ujung Kulon
Rabu, 27 Jun 2012 10:50 WIB
Putri Rizqi Hernasari
Jakarta - Mungkin banyak yang bertanya-tanya dengan keberadaan badak Jawa yang sulit ditemukan. Bila penasaran, datang saja langsung ke Ujung Kulon. Meski tidak bisa melihat langsung, Anda bisa menemukan tempat 'spa' alias tempat berkubangnya.Tempat 'Spa', itulah istilah yang biasa digunakan untuk menyebut lokasi berkubang badak Jawa atau badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus). Mamalia berkulit tebal ini memang memiliki kebiasaan berkubang untuk membasahi tubuhnya. Jika ingin melihat lokasinya, Anda bisa datang langsung ke Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang ada di Banten. Di sanalah habitat badak langka ini.Menuju habitat badak di TNUK tidaklah mudah, Anda harus mengarungi lautan luas dari daerah Sumur selama 1,5 jam. Setelah tiba di Muara Laban, di kawasan TNUK pengunjung masih diminta masuk ke hutan mangrove dan berjalan di antara rimbunan pohon.Agar tidak tersesat, rombongan akan ditemani oleh Tim ROAM (Rhino Observation and Activity Management). Tim inilah yang tahu lokasi berkubang badak. Cukup sulit menemukan lokasi berkubang badak jika tidak bersama Tim ROAM.Β Tidak seperti namanya yang dibuat mewah, yaitu spa, bentuk nyata tempat berkubang jauhlah dari kesan spa yang bersih, yang mungkin terbayang di benak Anda. Tempat berkubang badak ternyata penuh dengan lumpur dengan panjang 2-3 meter. Saat detikTravel berkunjung ke TNUK Senin (25/6/2012) lalu, tempat berkubang milik badak tampak sudah kering."Ini tempat berkubangnya sudah kering, karena sedang musim kemarau, biasanya basah penuh air," jelas Koordinator Tim ROAM TNUK, Daryan kepada rombongan wartawan dan WWF di TNUK, Senin (25/6/2012).Menurutnya, badak bisa menghabiskan waktu berkubang hingga 1 hari satu malam. Mamalia besar ini akan melumuri tubuhnya dengan lumpur basah yang sudah tersedia di kubangan.Β Kemudian, ia juga akan menancapkan culanya ke tanah yang ada di sekitar kubangan. Kebiasaan menancapkan cula mungkin untuk menghilangkan rasa gatal di bagian cula."Ini bekas tancapan culanya, kalau diukur dari panjang lubangnya, cula badak sekitar 13 cm panjangnya," jelas Daryan.Uniknya lagi, ternyata tempat favorit badak untuk berkubang ini juga menjadi lokasi berkubang babi hutan (Sus verrucosus). Ada banyak bekas gesekan rambut babi yang terlihat di sekitar kubangan. Bisa jadi, setelah badak puas berkubang, kelompok babi datang dan berkubang juga di sana.Datang ke TNUK dan melihat langsung kubangan milik badak, bisa menambah kecintaan Anda terhadap badak Jawa. Anda pun bisa ikut menjaga kelestariannya dengan tidak merusak habitat asal mamalia besar ini.Β












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun