Menjamah Pantai Paling Perawan di Ujung Kulon
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Rhino Trip Ujung Kulon

Menjamah Pantai Paling Perawan di Ujung Kulon

Putri Rizqi Hernasari - detikTravel
Rabu, 27 Jun 2012 13:53 WIB
loading...
Putri Rizqi Hernasari
Pantai Karang Ranjang (dok. Putri/detikTravel)
Pantai yang perawan (dok. Putri/detikTravel)
Debur ombak (dok. Putri/detikTravel)
(dok. Putri/detikTravel)
(dok. Putri/detikTravel)
Menjamah Pantai Paling Perawan di Ujung Kulon
Menjamah Pantai Paling Perawan di Ujung Kulon
Menjamah Pantai Paling Perawan di Ujung Kulon
Menjamah Pantai Paling Perawan di Ujung Kulon
Menjamah Pantai Paling Perawan di Ujung Kulon
Jakarta - Tak pernah terbayangkan, akan menemukan sebuah pantai putih bersih yang tersembunyi di Ujung Kulon. Di sana ada debur ombak, hembusan angin dan rerumputan hijau. Hanya kedamaian dan ketenangan sebagai penghuninya.Saat itu saya bersama WWF (World Wildlife Fund) dan sejumlah media, menjelajah ke kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), untuk melihat habitat badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Berangkat dari Pantai Cinibung di daerah Sumur, Pandeglang, sekitar pukul 06.30 WIB kami berangkat dengan kapal KM Sinar Bone 2 menuju Muara Laban di utara TNUK.Sambil menikmati segarnya udara laut dan pemandangan selama perjalanan, rasa penasaran akan habitat badak langka ini terus membayangi kami. Seperti apakah habitatnya? Seperti apa badak Jawa itu? Bertubi-tubi pertanyaan masuk ke dalam pikiran. Secuil harapan pun muncul, semoga kami bisa melihat mamalia besar ini, paling tidak jejak badaknya.Setelah menempuh 1,5 jam di perairan, akhirnya tim kami pun tiba di Muara Laban, kawasan Pantai Utara TNUK dengan pohon mangrove yang menjadi pagarnya. Perlahan kami mulai menjejakkan kaki memasuki TNUK. Tujuannya satu, menuju selatan TNUK bertamu ke rumah badak Jawa.Peluh keringat dan rasa lelah mulai merasuki seluruh tim, tapi rasa semangat berhasil mengalahkan itu semua. Jalur sepanjang 4 km berhasil ditaklukkan, 1,5 jam kemudian pun kami tiba di Karang Ranjang, Pantai Selatan TNUK.Saat beristirahat, sayup-sayup terdengar deburan ombak kencang. Mungkin ini hanya suara gesekan daun yang tertiup angin, pikir saya saat itu. Perlahan tapi pasti, kaki kecil ini mulai mendekati asal suara.Terdiam dan nafas perlahan tertahan, itu ekspresi pertama saya begitu tiba di Pantai Karang Ranjang. Mungkinkah ini surga dunia atau hanya sekadar mimpi? Dengan tergesa-gesa saya pun mencubit pipi. Sakit! Ternyata ini tidak mimpi, ini kenyataan.Kini tepat di hadapan saya terhampar laut luas dengan pantai pasir putih yang bersih tanpa noda atau kotoran sedikit pun. Tampak jelas deburan ombak tinggi yang menghuni pantai ini. Angin kencang menerbangkan sebagian pasir putihnya yang halus dan lembut.Tidak berlebihan bila mengatakan pantai ini adalah pantai perawan yang paling indah yang pernah saya temui. Tidak ada jejak kaki manusia dan hewan apapun di pantai itu. Tak pernah terkhayalkan sedikit pun bisa menemukan sebuah pantai cantik, di antara rerimbunan pohon di dalam sebuah taman nasional. Garis pantainya yang panjang sama sekali tidak membosankan untuk dilihat.Menemukan Pantai Karang Ranjang yang belum banyak dijamah manusia ini, tak ubahnya seperti menemukan permata di dalam lumpur. Tidak ada yang pernah menduga atau pun mengira.Tak ada kebisingan di pantai ini, hanya terdengar deburan ombak dan hembusan angin kencang. Ombak di pantai ini sangat tinggi karena berasal dari Samudera Hindia. Berada di Pantai Karang Ranjang, bagaikan menemukan surga kecil di ujung Pulau Jawa. Luar biasa!
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads