Petualangan Seru Menerobos Lautan Pasir Bromo

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Petualangan Seru Menerobos Lautan Pasir Bromo

Aditya Ramadhan - detikTravel
Selasa, 22 Mei 2012 12:57 WIB
Jakarta - Medan yang curam memberikan tantangan tersendiri untuk para petualang menuju Gunung Bromo, Jawa Timur. Hanya kendaraan ber-cc besar atau 4x4 yang bisa melewati medan ini. Namun, keindahannya yang eksotis tak akan rela dilewatkan begitu saja. Setelah melakukan pelesiran ke Pulau Sempu, malam harinya saya dan teman-teman langsung menuju Bromo melalui Tumpang, Kabupaten Malang. Perjalanan ditempuh selama tiga setengah jam dari Malang.Jalan yang berliku, mendaki, kecil, rusak, serta jurang yang berada di kanan kirinya menjadi teman selama perjalanan. Sebetulnya, jalur yang kami lalui itu hanya boleh dilewati oleh kendaraan ber-cc besar dan juga kendaraan 4x4. Namun, kami hanya menggunakan kendaraan yang ber-cc kecil."Nekat sudah pasti, bahaya apalagi." Bisa saja kendaraan kami tidak kuat menanjak atau malah terjun ke jurang. Ternyata, semua hal yang ditakuti ini terjadi. Di ujung jalan yang menyeramkan itu, lautan pasir dari Gunung Bromo sudah menanti.Kami pun bingung, karena tidak bisa kemana-mana lagi. Mustahil untuk kembali ke atas karena tanjakannya sangat curam dan tidak mungkin kendaraan kami bisa menanjak. Akan tetapi, melewati lautan pasir pun juga tidak mungkin karena bisa saja ban selip dan malah terjebak di lautan pasir.Sampai akhirnya kami melihat ada lampu-lampu di lautan pasir. Ternyata ada yang sedang camping di sana. Tanpa mebuang-buang waktu, kami langsung berteriak minta tolong, menyalakan lampu SOS, dan membunyikan klakson mobil berkali-kali. Kemudian, datanglah dua orang pemuda dari sebuah club off-road di Probolinggo yang sedang nge-camp di Bromo.Awalnya, mereka heran melihat kendaraan kami karena jarang ada kendaraan yang seperti kami pakai bisa menerobos jalan yang curam seperti ini. Akhirnya kami pun dipandu oleh mereka untuk menuju ke tempat penginapan. Jalan menuju penginapan betul-betul hanya pasir dan lumpur.Setelah sampai di penginapan, kami langsung istirahat karena pukul 04.00 WIB pagi kami akan melihat sunrise di penanjakan. Setelah beristirahat, kami pun menuju penanjakan dengan menggunakan ojek.Pukul 05.30 WIB perlahan sang surya mulai menampakan dirinya dengan malu-malu. "Subhanallah, indah sekali." Kami dapat melihat Gunung Bromo berselimut awan putih berada di bawah kami. Sungguh panorama yang sangat cantik dan memesona. Negeri di atas awan ini memancarkan keelokannya hingga membuat wisatawan terkesima menyaksikannya. Jepretan kamera silih berganti seolah tak mau kehilangan momen indah ini.Setelah matahari semakin naik, kami pun memutuskan untuk turun dan kembali ke penginapan. Ya, sarapan dan menikmati pagi di Bromo membuat pikiran terasa lebih fresh.Tidak mau hanya berdiam diri di penginapan, kami pun memutuskan untuk jalan kaki menuju kawah Gunung Bromo. Perjalanan kami kali ini membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai di bibir Kawah Bromo.Lagi-lagi Bromo menampilkan bagian tubuhnya yang sangat indah saat kami tiba di kawah Gunung Bromo. Puas melihat keindahan ciptaan Tuhan ini, kami pun turun dan berkeliling ke lautan pasir dengan menyewa Jeep. Suasana khas Bromo dengan kuda-kudanya, lautan pasir, dan udaranya yang dingin menghiasi perjalanan kami kali ini.Puas mengelilingi lautan pasir Bromo, sore harinya kami kembali ke Surabaya melalui Probolinggo dengan jalur yang lebih bersahabat untuk kendaraan MPV kami. Sebuah petualangan yang penuh kesan, tantangan, dan cerita menuju Bromo, negeri cantik di atas awan. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads