Memotret 'Gurun Sahara' di Yogyakarta
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Memotret 'Gurun Sahara' di Yogyakarta

desipuspasari - detikTravel
Rabu, 23 Mei 2012 12:00 WIB
loading...
desipuspasari
Corak 'lukisan angin' di Gumuk pasir parangkusumo menjadi latar belakang foto yang menarik (Endang Tonari/d'Traveler)
Ini dia corak pasir ala Parangkusumo yang disebabkan oleh hembusan angin (Endang Tonari/d'Traveler)
Panorama cantik di parangkusumo tidak hanya menyita perhatian wisatawan lokal tapi juga mancanegara (earthy-moony.blogspot.com)
Gundukan-gundukan pasir yang menyerupai bukit ini juga sering digunakan sebagai arena sky pasir (earthy-moony.blogspot.com)
Kalau siang hari udara di Gumuk Pasir sangat panas (jodiputradiharjo.blogspot.com)
Memotret Gurun Sahara di Yogyakarta
Memotret Gurun Sahara di Yogyakarta
Memotret Gurun Sahara di Yogyakarta
Memotret Gurun Sahara di Yogyakarta
Memotret Gurun Sahara di Yogyakarta
Jakarta - Gurun Sahara yang eksotis di Afrika sudah terkenal di seluruh dunia. Tapi, corak pasir yang cantik ala Afrika ini juga ada di Gumuk Pasir Parangkusumo, Yogyakarta. Bawa kamera Anda kalau berlibur ke sana!Memiliki curah hujan yang tinggi sebenarnya tidak memungkinkan bagi Indonesia memiliki gurun pasir. Gurun pasir yang umumnya berada di Timur Tengah dan Afrika nyatanya juga ada di Indonesia. Ya, Gumuk Pasir Parangkusumo di Bantul, Yogyakarta menjadi Gurun Sahara-nya Indonesia.Gumuk pasir umumnya terjadi karena bentukan alam akibat hembusan angin. Tiupan angin yang berhembus, membawa endapan pasir ini hinga membentuk corak yang unik. Gundukan-gundukan pasir di Parangkusumo ini menjadi penyempurna keindahan alamnya."Darimana asal pasir-pasir ini?" Ini menjadi pertanyaan untuk setiap wisatawan yang datang ke tempat ini. Partikel-partikel ini berasal dari abu vulkanik Gunung Merapi yang dibawa oleh aliran Sungai Opak dan Sungai Progo menuju Laut Selatan. Jadi wajar saja, bila gurun pasir di tanah Jawa ini berada di sepanjang Sungai Opak sampai Pantai Parangtritis.Gelombang angin yang terlukis di permukaan Gumuk Pasir menjadi daya tarik bagi wisatawan. Banyak dari mereka menyebut ini sebagai lukisan angin. Tidak hanya ada di satu spot, tapi corak ini menghiasi hampir di seluruh permukaan gurun pasir ini.Karena kecantikan struktur dan bentuk lukisan anginnya, kini banyak wisatawan yang melirik destinasi ini. Bahkan penyanyi, Agnes Monica memilih panorama Gumuk Pasir sebagai latar belakang video klip "Paralyze". Ya, keeksotisan Parangkusumo memang tidak kalah dengan Gurun Sahara di Afrika.Sebagai fenomena alam yang jarang dijumpai di Indonesia, destinasi ini layak untuk dikunjungi. Apalagi untuk pecinta fotografi, lokasi ini bisa menjadi latar yang terlihat anggun dan memesona. Tidak perlu jauh-jauh ke Timur Tengah dan Afrika, untuk mendapatkan efek eksotis. Cukup datang ke Parangukusumo, bidikan-bidikan cantik senantiasa tercipta dari kamera pelancong.Akan tetapi, sama seperti gurun pasir di Timur Tengah dan Afrika, suhu di kawasan Gumuk pasir Parangkusumo berubah-ubah. Saat siang hari panas di tempat ini sangat terik, tapi malam hari udara akan berubah menjadi sangat dingin.Β Jadi, untuk wisatawan yang kurang suka dengan panas harus membawa persiapan yang matang. Kalau kita merasa lelah, banyak penduduk sekitar yang menyewakan kuda, lho. Kalau sudah begini semakin samalah keadaan di Parangkusumo dengan Sahara. Hanya bedanya, di Sahara menggunakan Unta sedangka Parangkusumo menggunakan kuda.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads