Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 13 Feb 2012 17:32 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pulau Coron, Surga Kecil dari Filipina

d'Traveler
Birunya air laut Coron Beach
Birunya air laut Coron Beach
The Adorable Coron Beach
The Adorable Coron Beach
Twin Lagoon
Twin Lagoon
Perjalanan Tanpa Ombak
Perjalanan Tanpa Ombak
Senja Cantik dari Coron
Senja Cantik dari Coron
detikTravel Community - Filipina ternyata memiliki surganya sendiri. Berbeda dengan Bali atau Lombok, pulau kecil ini masih terlihat sangat asri dengan ikan laut yang berwarna-warni dan senantiasa berenang di sisi-sisi kapal mengiri kedatangan para wisatawan. Pulau Coron bisa menjadi salah satu keindahan alam Filipina yang asri.Coron, adalah pulau kecil di Provinsi Palawan, Filipina. Hanya memakan waktu kurang dari satu jam perjalanan menuju Pulau Coron bila menggunakan pesawat terbang dari Manila, ibu kota Filipina yang juga merupakan kembar identik dengan Jakarta.Awla perjalanan saja, kita sudah dapat melihat gugusan-gugusan pulau di Provinsi Palawan yang sangat menawan dari atas kapal. Tempat ini memang dikenal sebagai "surga" oleh para turis lokal maupun turis internasional. Selain Coron, Palawan juga memiliki Pantai El-Nido dan sungai bawah tanah yang berada di Puerto Princesa, Palawan.Begitu pesawat mendarat di sebuah bandara yang kecil dan sederhana, tour agency yang sudah saya booking menjemput di bandara. Perjalanan dari bandara ke jantung Pulau Coron hanya memakan waktu beberapa menit, melewati jalan aspal yang sempit di kelilingi oleh bukit-bukit hijau nan asri dan segerombolan sapi yang sedang asyik menyantap rerumputan.Hari pertama di Coron bisa dibilang lebih dari kata "perfect". Snorkeling mnjadi jadwal hari pertanma di Coron. Kayangan Lake, Blue Lagoon, Siete Pecados adalah transit pertama di hari pertama. Tentu saja boat kecil dari tour agency beserta awaknya siap melayani. Dan, asyiknya tidak ada ombak ganas yang menyerang ketika menyeberangi pulau karena Coron dikelilingi oleh bukit-bukit yang tinggi.Snorkeling adalah kegiatan utama yang cocok dilakukan di Coron. Alam lautnya masih sangat asri dan alami. Sebelum pergi snorkeling, sebaiknya Anda harus terlebih dahulu membeli roti-roti yang dijual di warung-warung yang ada di pinggir jalan untuk memberi makan ikan-ikan kecil yang berenang riang gembira di dekat Anda.Hari kedua kami habiskan di Banol Beach, Coral Garden dan Sunkenship. Coral Garden terlihat biasa dari atas kapal, tetapi dapat menarik Anda untuk terus-menerus snorkeling menikmati keindahannya. Keindahan terumbu karang yang belum terjamah manusia, beserta keasrian makhluk lautnya membuat enggan berhenti snorkeling. Bahkan kita dapat memberi secuil roti kepada nemo yang bersembunyi dibalik Anemon.Perhentian selanjutnya adalah Sunkenship. Sunkenship ini adalah kapal perang Jepang pada zaman penjajahan yang tenggelam di dasar laut. Ada baiknya Anda membawa underwater camera jika berkunjung ke Coron. Kapal perang itu masih terlihat kokoh meskipun sudah ditumbuhi oleh banyak terumbu karang. Sungguh keindahan yang tidak dapat dipungkiri.Last but not least, menghabiskan hari terakhir dengan sunset-hunting di Mt. Tapyas, Coron menjadi penutup yang menyenangkan. Hanya dengan mendaki 700 anak tangga, kita dapat menyaksikan keindahan Pulau Coron dari puncak bukit Tapyas.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA