Wisata Religi Tarik Perhatian Kemenparekraf
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisata Religi Tarik Perhatian Kemenparekraf

Putri Rizqi Hernasari - detikTravel
Rabu, 29 Feb 2012 18:42 WIB
loading...
Putri Rizqi Hernasari
Candi Borobudur (Angela Jennifer/dTraveler)
Wisata Religi Tarik Perhatian Kemenparekraf
Jakarta - Berbicara wisata religi, Indonesia adalah tempat yang tepat. Ada banyak tempat untuk beribadah sekaligus berwisata, seperti contohnya Candi Borobudur atau makam Wali Sanga. Kemenparekraf pun berjanji akan mengembangkan wisata religi.Dalam jumpa pers pada rapat kerja teknis pengembangan destinasi priwisata, di Crystal Room, Hotel Redtop, Jl Pecenongan, Rabu (29/2/2012), dibahas tentang potensi wisata religi di Indonesia. Para wisatawan yang beribadah di beberapa tempat ibadah di Indonesia, secara tidak langsung akan mengenal keindahan-keindahan dan keunikan negeri ini. "Wisata religi ternyata juga diminati oleh wisatawan mancanegara," kata Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf, Firmansyah Rahim.Firmansyah Rahim juga mengatakan, beberapa tempat wisata religi yang diminati oleh wisatawan nusantara atau wisatawan mancanegara adalah Candi Borobudur, Candi Dieng, dan Candi Gedong Songo. Kemenparekraf pun akan segera mengembangkan potensi wisata religi tersebut."Model yang akan dilakukan untuk mengembangkan wisata religi adalah model laku (partisipasi-red), dimana wisatawan tidak hanya datang, tetapi melakukan sesuatu hal yang lain, seperti ritual-ritual tertentu, kostum khusus saat mengunjungi tempat ibadah dan banyak aktifitas lainnya," ungkap Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf.Wisata religi memang tidak dilakukan setiap hari, tetapi dibutuhkan waktu-waktu khusus. Akan tetapi, animo wisatawan yang akan berkunjung tidak dapat dipandang sebelah mata."Saat ini pengembangan wisata religi sudah dilakukan, tetapi masih dalam tes kasar untuk melihat animo wisatawan. Jika sambutannya baik, program ini akan terus dilanjutkann, jika tidak akan dicari strategi baru," tutup Firmansayah Rahim.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads