Metropoly, OSPEK Sambil Travelling ala Leeds University
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Metropoly, OSPEK Sambil Travelling ala Leeds University

wahyu tamadi - detikTravel
Jumat, 27 Jan 2012 10:54 WIB
Jakarta - Berbeda dengan fakultas di Indonesia yang melakukan OSPEK, Departemen Institute for Transport Studies di Leeds University, West Yorkshire, Inggris, menyajikan sesuatu yang berbeda untuk menyambut mahasiswa barunya. Mahasiswa baru harus mengikuti permainan bernama Metropoly.Metropoly adalah sebuah permainan dengan peraturan, pihak penyelenggara membagi mahasiswa menjadi beberapa grup kecil dan membekalinya dengan metro day rover family ticket. Para mahasiswa bisa menggunakan tiket tersebut untuk bepergian kemana saja menggunakan angkutan umum yang ada di seluruh area West Yorkshire selama satu hari penuh.Setiap kelompok harus berusaha untuk mendapatkan poin sebanyak-banyaknya dari hasil mengunjungi stasiun atau objek wisata yang sesuai dengan peta yang diberikan. Namun, dalam perjalanan ini tim hanya boleh menggunakan kereta, bus, dan berjalan kaki. Kemudian memberikan bukti foto dengan latar belakang lokasi tujuan, seperti pepatah "no picture sama dengan hoax".Memulai perjalanan dari kampus pukul 09.30 sampai 16.30 waktu setempat. Beberapa website canggih yang mendukung untuk merencanakan perjalanan ini, seperti Metro website www.wymetro.com, Transport Direct Journey Planning website www.transportdirect.info,  Nation Rail Website www.nationalrail.co.uk atau web informasi lokasi wisata sesuai dengan yang tertera pada peta.Kami memutuskan untuk pergi ke Denby Dale demi mendapat banyak poin dari mengunjungi setiap stasiun dengan kereta, sekian banyak kereta yang menuju ke sana mengalami delay atau di cancel entah karena alasan apa. Oleh sebab itu, harus menguban itenerary yang sudah kami buat dengan detail. Kami pun memutuskan untuk memutar jalur menuju Wakefield dengan kereta, lalu menaiki bus menuju Dewsbury, dan kembali menaiki kereta dari Dewsbury Huddersfield.Perjalanan yang rumit dengan nama-nama kota yang sulit serta pengalaman nilai geografi yang pas-pasan. Singkat cerita, sampailah kami di Huddersfield menjelang pukul 13.00 waktu setempat. Saat itu bertepatan dengan hari Jumat dan tentunya masih ingat pada salah satu ayat Al Jumu'ah yang memerintahkan umatnya untuk segera mengunjungi masjid dan meninggalkan segala urusan jika telah datang panggilan untuk salat Jumat. Rekan-rekan seperjuangan menyetujui untuk meninggalkanku di Huddersfield. Huddersfield adalah kota asing, tak ada peta, dan koneksi internet dengan BB yang canggih sedang error sehingga ada kemungkinan tersesat.Saat teman satu tim berlari menuju stasiun mengejar kereta berikut, aku berjalan menuju tempat segerombol taksi yang terlihat sedang mangkal. Kutanyakan masjid terdekat kepada seorang berwajah seperti India atau Pakistan, dia bilang akan mengantarku ke sana seraya mengajakku menuju taksinya. Sampai di pintu taksi ternyata ada seorang wanita yang ingin menggunakan taksinya juga, lalu entah kenapa dia menyuruhku menggunakan taksi di belakangnya. Mungkin alasannya adalah ekonomi atau sentimen agama.Supir taksi yang berada di belakangnya menggunakan Surban ala India. Kemudian sang Supir menanyakan padaku kenapa taksi di depan tidak mau mengantarku,"Entahlah" kubilang. Dia lalu menanyakan masjid mana yang mau kutuju. Ternyata ada banyak masjid di sekitar sana, terbagi-bagi sesuai jamaahnya. Aku pun meminta untuk mengantar ke masjid terdekat saja. Sambil jalan, dia mulai menginterogasi, kenapa supir taksi tadi tidak mau mengantarku, dengan nada marah.Aku menangkap gelagat kurang baik sehingga kukatakan saja, "It's oke, I have no problem with that." Kemudian, "No, it is not oke, he is cheating!" katanya.Demi menghindari konflik yang mungkin terjadi, dan melibatkan suku bangsa itu, kukatakan saja bahwa supir tadi belum menyepakati untuk mengantarku, dia cuma  tahu di mana masjid dan menyuruhku untuk mengikutinya. Akan tetapi, Bapak India ini masih terlihat dongkol. Tak berapa lama, sampailah di  masjid, ternyata sebuah Masjid jamah dari Pakistan. Dengan sukses ku ikuti khutbah berbahasa Arab serta melanjutkan dengan bahasa Pakistan, dengan sukses pula usahaku menyimak berbuah kegagalan.  Masih sesuai petunjuk Al Jumuah, selesai salat maka betebaranlah di muka bumi untuk mencari karunia-Nya. Maka kulanjutkan perjalanan. Sesuai peta, ada beberapa objek wisata di Huddersfield yang bisa kutuju sambil menunggu teman-teman datang. Maka kutanyakan saja kepada salah seorang yang baru selesai salat,"Oh, this Greenhead Park Conservatory is just 2 minutes from here, cmon brother, I'll take you there," kata seorang berwajah mirip Thierry Henry dengan mobil sportnya.Demikianlah seharusnya persaudaraan sesama muslim di seantero bumi ini maka dengan sumringah, tak kutolak ajakannya. Sambil jalan kami berkenalan dan dia bercerita tentang Inggris, Leeds dan Kota Huddersfield. Dia memberi petunjuk singkat dengan antusias mengenai cara menuju kebeberapa lokasi seperti Emley Moor Transmitter dan Castle Hill."Goodluck brother" katanya saat sampai, sambil melambai tangan dan tancap gas.Berjalanlah diriku ke gerbang taman, minta di foto sebentar pada nenek-nenek yang kebetulan di sana, lalu berjalan lagi menuju terminal bis. Ternyata bis menuju ke Emley Moor hanya ada tiap setengah jam, tidak mungkin sempat, sehingga ku putuskan untuk berjalan kembali ke stasiun kereta menunggu teman-teman pulang dari  Denby Dale. Salah satu hal baik dari kota-kota di Inggris adalah integrasi antar modanya, dimana di setiap kota, stasiun kereta dan terminal letaknya berdekatan dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki mengikuti papan-papan petunjuk yang tersedia. Kota-kota di Indonesia perlu juga meniru yang seperti ini.Setelah lama menunggu di stasiun akhirnya kelihatan sebentuk bayangan orang berbaju orange berlari dari kejauhan, ternyata si Vasileios, salah satu teman satu tim yang sangat semangat berlari sambil melambai-lambai. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 waktu setempat sehingga kami segera naik kereta dan terburu-buru untuk kembali ke Leeds karena keterlambatan akan dikenakan pengurangan poin. Sesampainya di Leeds, Vasileios, masih bersemangat dan mengajak kami berlari menuju kampus."Cmon run run, lets run!"Sebagai seorang Asia berkaki pendek tentu usahaku berlari harus lebih besar daripada orang-orang bule  yang berkaki panjang ini. Dengan ngos-ngosan, sampailah kami di depan jurusan. Saat yang lain sudah berkumpul, kami grup terakhir yang sampai, dan akhirnya kalah dengan poin total 17000 sementara pemenangnya mendapat poin 18000.Suatu permainan yang melelahkan sekaligus menyenangkan, sementara kalah menang itu tak penting. (travel/travel)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads