Go Green di Kampung Kuta, Ciamis
Faela Shafa - detikTravel
Jumat, 23 Des 2011 13:40 WIB
Jakarta - Kampanye penghijauan bumi sudah sering ditemui dimana-mana. Namun efeknya masih saja belum terasa benar. Berkunjunglah ke Kampung Kuta, Ciamis, maka Anda akan merasakan sensasi begitu dekat dengan alam.Kampung yang terletak di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Ciamis ini bisa disebut sebagai kampung adat. Masyarakat yang tinggal di sini memegang teguh kearifan lokal dan memegang budaya pamali atau tabu. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan alam dan memelihara kerukunan masyarakat di sana. Salah satu budaya pamali yang patut dicontoh adalah cara mereka melestarikan hutan.Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi sebelum memasuki hutan Kampung Kuta. Tidak boleh memakai baju hitam-hitam, baju dinas, perhiasan emas dan membawa tas menjadi beberapa peraturannya. Aturan lainnya adalah tidak boleh meludah, mengganggu hewan dan membawa sesuatu dari dalam hutan.Tapi peraturan yang paling menarik adalah Anda tidak boleh memakai alas kaki untuk memasuki hutan ini. Tujuannya agar hutan ini tidak tercemar dan tetap lestari. Tidak heran jika pohon-pohon besar di sana masih terlihat kokoh dan sumber airnya pun masih terjaga dengan baik.Selain kelestarian alamnya, Kampung Kuta juga terkenal dengan budayanya yang kuat. Di sana, membangun rumah dengan atap genteng dan tembok semen merupakan hal yang dilarang. Rumah-rumah di sana merupakan rumah panggung yang terbuat dari kayu, anyaman bambu dan beratap ijuk. Bentuk rumahnya pun harus persegi panjang, tidak boleh kotak. Jika melanggar peraturan tersebut, maka akan membawa petaka. Aturan lain yang ada di kampung tersebut adalah warga kampung yang meninggal harus dikubur di luar kampung, kuburan tidak boleh berada di dalam kampung. Memperlihatkan hal-hal yang bersifat sombong atau memamerkan kekayaan juga dilarang di kampung ini. Aturan ini berlaku bagi warga dan para pengunjung yang mendatangi Kampung Kuta.Dengan kearifan lokal yang sangat indah ini, tidak aneh jika warga Kampung Kuta hidup dengan damai dan rukun. Berkunjung ke sini dan mengenal budaya warga setempat bisa jadi awal untuk perubahan yang baik. Anda bisa mencontoh budaya baik Kampung Kuta dan membawanya ke kehidupan sehari-hari dan jadilah penggerak perubahan.
(travel/travel)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun